Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dolar AS Menguat Setelah Biden Janji Naikkan Anggaran Bantuan Tunai

Greenback naik dari level terendah hampir tiga tahun pada Kamis (7/1/2021) karena kenaikan imbal hasil obligasi AS membantu memicu pelepasan taruhan bearish pada mata uang, dengan para pedagang mengambil untung terhadap euro pada khususnya.
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (25/11/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (25/11/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Dolar AS berbalik naik terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (7/1/2021), setelah data penggajian atau payrolls AS Desember yang suram meningkatkan ekspektasi kebijakan stimulus lanjutan guna menopang ekonomi yang terpukul oleh Covid-19.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan gaji di sektor nonpertanian jatuh 140.000 pada Desember, penurunan pertama dalam delapan bulan terakhir. Angka ini jauh di bawah ekspektasi untuk kenaikan 71.000 pekerjaan yang masih lemah.

Sementara itu, tingkat pengangguran mencapai 6,7 persen. Data ekonomi selama seminggu menjelang laporan Jumat (8/1/2021), menunjukkan pasar tenaga kerja mengalami stagansi.

Greenback naik dari level terendah hampir tiga tahun pada Kamis (7/1/2021) karena kenaikan imbal hasil obligasi AS membantu memicu pelepasan taruhan bearish pada mata uang, dengan para pedagang mengambil untung terhadap euro pada khususnya.

Setelah mundur sebentar setelah rilis data, greenback melanjutkan jalurnya lebih tinggi, saat ekspektasi meningkat untuk langkah-langkah stimulus tambahan guna membantu menopang ekonomi sampai peluncuran vaksin memungkinkan pelonggaran langkah-langkah penguncian.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir naik 0,35 persen pada 90,177 setelah menyentuh tertinggi 90,252, level terbaik sejak 1 Januari.

Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan laporan pekerjaan menunjukkan orang Amerika membutuhkan bantuan lebih segera sekarang dan bahwa mengambil tindakan sekarang akan membantu ekonomi bahkan dengan pembiayaan defisit, termasuk bantuan langsung tunai yang dinaikkan menjadi US$2.000 dolar.

Kemenangan kursi Senat Demokrat memberi Biden kebebasan untuk mendorong lebih banyak pengeluaran, yang diprediksi beberapa analis akan memicu selera risiko dan menjadi negatif untuk obligasi dan dolar, meskipun perkiraan prospek yang sangat bearish untuk greenback pada akhir 2020 telah agak berkurang.

Indeks dolar jatuh tujuh persen pada 2020 dan sebanyak 0,9 persen dalam beberapa hari pertama tahun baru karena ekspektasi stimulus fiskal AS. Tetapi sejak mencapai level terendah sejak Maret 2018, dolar AS telah menemukan beberapa pijakan, naik sebanyak 1,2 persen selama dua sesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper