Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Resmi Cerai dari Uni Eropa, Bursa Saham Inggris Diramal Terus Menguat

Masa depan pasar moda Inggris diprediksi lebih cerah, meskipun investor harus ingat bahwa Brexit akan terus menjadi hambatan ekonomi Inggris untuk beberapa tahun mendatang.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  16:53 WIB
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasar saham Inggirs siap memulai kebangkita saat negeri Ratu Elizabeth itu memasuki masa karantina atau lockdown. Bursa saham di Inggris sudah cukup menderita akibat dampak pandemi.

Dilansir dari Bloomberg, indeks acuan FTSE 100 akhirnya mencatatkan rekor terbaik sepanjang setahun terakhir. Sebelumnya indeks mencetak penurunan tahunan terburuk dalam lebih dari satu dekade,

Sejauh ini pasar saham Inggris telah mengalami reli hingga 6,4% di pekan pertama 2021, berkat kesepakatan Brexit yang sudah lama ditunggu serta optimisme terhadap pertumbuhan global. Investor juga terpantau mulai bergerak untuk menyerbu Exchange Traded Fund (ETF) Inggris.

“Sentimen investor negatif dan penilaian undervalue yang melekat pada ekuitas Inggris sekarang menciptakan beberapa peluang investasi yang menarik,” kata Chris Dyer, direktur ekuitas global di Eaton Vance, seperti dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (9/1).

Dia menambahkan bahwa masa depan pasar dan ekuitas Inggris terlihat lebih cerah, meskipun investor harus ingat bahwa Brexit akan terus menjadi hambatan ekonomi Inggris untuk beberapa tahun mendatang.

Investor seperti Toscafund Asset Management dan Eaton Vance, serta ahli strategi di perusahaan termasuk Goldman Sachs Group Inc., Citigroup Inc. dan UBS Group AG optimis tentang ekuitas Inggris setelah kesepakatan Brexit.

Kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa menghilangkan hambatan utama bagi aset Inggris seperti halnya saham undervalue FTSE 100 yang sekarang justru dicari di tengah ekspektasi rebound ekonomi global.

Banyak analis dan investor melihat jauh di luar dampak lockdown dan pembatasan terbaru, di mana peluncuran vaksin dan potensi tambahan stimulus AS dengan Partai Demokrat disebut sebagai faktor pendukung untuk prospek jangka panjang untuk ekuitas.

Ekuitas Inggris tidak begitu diminati oleh investor dunia selama berbulan-bulan, menurut survei pengelola dana Bank of America Corp.

Kinerja saham Inggris begitu buruk sehingga mereka harus naik 80% terhadap dunia untuk kembali ke relative value jangka menengah mereka, tulis Kepala Ekonom Toscafund Savvas Savouri dalam catatan yang dirilis 6 Januari. Meski begitu, investor telah masuk ke ETF Inggris sejak kesepakatan perdagangan Brexit.

iShares Core FTSE 100 UCITS ETF, mencatat arus dana masuk sebesar 183 juta pound (US$249 juta) pada minggu terakhir tahun 2020, terbesar sejak Maret. Saham yang terekspos pada ekonomi domestik juga mendukung.

ETF iShares FTSE 250 mencatat rekor arus masuk pada bulan Desember, dengan investor menghasilkan hampir 400 juta pound, dan sekitar 44 juta pound sejauh ini pada Januari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa inggris Brexit
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top