Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Progres Proyek Baterai Antam dkk Kian Jelas, LG Energy Teken MoU

LG Energy Solution pun menandatangani perjanjian bisnis dengan Indonesia tentang kerja sama baterai untuk kendaraan listrik pada Jumat (18/12/2020).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 19 Desember 2020  |  12:15 WIB
Pabrik LG Electronics. Ilustrasi.  - LG Electronics
Pabrik LG Electronics. Ilustrasi. - LG Electronics

Bisnis.com, JAKARTA - Progres proyek baterai listrik kerja sama antara Indonesia Battery Holding (IBH) dan entitas usaha dari Korea Selatan, LG Chem, kian menemui kejelasan.

Melansir pemberitaan Herald Business Newspaper yang dikutip Bloomberg, LG Energy Solutions, akan membentuk konsorsium dengan empat perusahaan negara Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Battery Holding, yakni MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tergabung dalam Indonesia Battery Holding (IBH).

LG Energy Solution pun menandatangani perjanjian bisnis dengan Indonesia tentang kerja sama baterai untuk kendaraan listrik.

LG Energy Solution memperingatkan terhadap interpretasi yang diperluas, dengan mengatakan perjanjian itu hanya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang tidak mengikat tentang kerja sama komprehensif.

Nota kesepahaman, seperti dikutip dari www.ajudaily.com, ditandatangani, Jumat (18/12/2020) dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korsel Sung Yun-mo, CEO LG Energy Solution Kim Jong-hyun, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI Bahlil Lahadalia.

LG Energy Solution akan membuat pengumuman resmi nanti jika detailnya sudah diselesaikan. Perusahaan menolak untuk mengonfirmasi laporan berita bahwa mereka telah merundingkan kesepakatan paket yang mencakup penambangan nikel, peleburan, dan pabrik produksi baterai.

Upacara di sebuah hotel di Seoul dilakukan di sela-sela pembicaraan perdagangan antara Sung dan mitranya dari Indonesia Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA).

Konsorsium LG Energy Solution dan IBH dikabarkan akan meluncurkan proyek platform baterai kendaraan listrik yang komprehensif di Indonesia dengan total nilai investasi hingga 10 triliun won atau sekitar Rp130 triliun, dan berjalan selama 5 tahun.

Dalam proyek ini, seperti dikutip www.businesskorea.co.kr, Jumat (11/12/2020) serangkaian fasilitas bersama akan dibangun untuk menangani proses penambangan nikel, peleburan, pemurnian, dan prekursor, bahan elektroda positif, dan produksi sel.

Fasilitas penambangan, peleburan, dan pemurnian kemungkinan besar dibangun di Maluku Utara dan fasilitas produksi diharapkan akan didirikan di Jawa Barat. LG Energy Solutions akan bertanggung jawab penuh atas produksi sel baterai.

Wakil Menteri BUMN Budi G. Sadikin sebelumnya menyampaikan bahwa BUMN yang tergabung dalam IBH, MIND ID, Pertamina, PLN, dan Antam, akan memiliki saham IBH masing-masing sebesar 25 persen.

"Kami sudah bentuk kerja sama Indonesia Battery, yakni holding company yang dimiliki 25 persen oleh PLN, 25 persen oleh Pertamina, 25 persen oleh MIND ID, dan 25 persen dari Antam," ujar Budi.

Dia mengatakan bahwa pembentukan holding ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan cadangan nikel Indonesia yang merupakan cadangan nikel terbesar di dunia.

Nikel merupakan logam yang sangat penting bagi Indonesia karena menjadi komponen utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik. Holding baterai ini akan mengolah produk nikel dari hulu ke hilir hingga menjadi produk baterai kendaraan listrik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN antam lg Kendaraan Listrik
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top