Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDY Kantongi Peluang Besar Perbaiki Kinerja Tahun Depan

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menjelaskan bahwa sentimen positif kinerja Indika Energy pada tahun depan akan dibantu oleh prospek industri batu bara secara global yang mulai membaik.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  18:29 WIB
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Indika Energy Tbk., memiliki peluang yang cukup besar untuk memperbaiki kinerja keuangannya pada 2021, setelah membukukan rugi yang cukup besar pada tahun ini.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menjelaskan bahwa sentimen positif kinerja Indika Energy pada tahun depan akan dibantu oleh prospek industri batu bara secara global yang mulai membaik.

Tidak hanya itu, komitmen China untuk membeli sebanyak 200 juta ton batu bara Indonesia pada tahun depan juga akan menjadi pendukung yang baik perseroan untuk memperbaiki kinerjanya yang sempat merugi.

“Di sisi lain, upaya diversifikasi bisnis juga menjadi alasan perseroan untuk membalikkan posisi kinerja keuangan jadi positif,” ujar Sukarno kepada Bisnis, Kamis (17/12/2020).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham INDY itu membukukan pendapatan sebesar US$1,53 miliar hingga kuartal III/2020,turun 26 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan pendapatan kuartal III/2019 sebesar US$2,07 miliar.

Sementara itu, INDY membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$52,5 juta. Jumlah itu membengkak dari perolehan periode yang sama tahun lalu yaitu rugi US$8,61 juta.

Di lantai bursa, pada penutupan perdagangan Kamis (17/12/2020) INDY parkir di level Rp1.920, terkoreksi 2,29 persen.

Selain itu, saham entitas usaha perseroan PT Petrosea Tbk. (PTRO) parkir di level Rp2.100, melemah 1,41 persen, sedangkan PT Mitrabahtera Sejahtera Tbk. (MBSS) parkir di level Rp575, turun 5,5 persen.

Sepanjang tahun berjalan 2020, INDY telah menguat hingga 60,67 persen, PTRO menguat 30,84 persen, dan MBSS naik 19,29 persen.

Di sisi lain, Sukarno menjadikan PTRO sebagai top picks di antara saham-saham entitas Grup Indika. “PTRO paling menarik, selain kinerjanya juga yang mampu positif. Secara valuasi juga tergolong rendah dibandingkan dengan INDY dan MBSS,” papar Sukarno.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy batu bara emiten tambang
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top