Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Asing Mulai Lirik Obligasi Indonesia

Investor asing mulai berani menempatkan dananya ke Indonesia karena selama beberapa tahun terakhir Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menyulut perpecahan yang mencapai puncaknya lewat perang dagang Amerika Serikat dan China yang membuat pasar tidak stabil.
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia/Antara-Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia/Antara-Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Lonjakan penawaran oleh investor asing untuk lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (17/11/2020) dianggap sebagai bentuk optimisme terhadap pasar emerging market seperti Indonesia.

Jumlah penawaran yang masuk pada hari ini sebesar Rp104,68 triliun, mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan hasil penawaran pada lelang SUN pada 3 November 2020 lalu sebesar Rp66,26 triliun. Adapun, dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan Rp24,6 triliun.

Berdasarkan data dari laman Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, SUN Seri FR0087 menjadi yang paling dicari investor dengan jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp29,35 triliun.

Seri akan jatuh tempo pada 15 Februari 2031 ini dimenangkan sebesar Rp8,45 triliun. Sementara itu, seri FR0080 yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 menjadi SUN dengan jumlah peminat terbanyak kedua pada lelang hari ini. Dari penawaran sebesar Rp24,33 triliun, pemerintah memenangkan Rp5,75 triliun.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan lonjakan tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni investor asing yang melihat peluang dari aset berisiko di Indonesia.

“Memang di pasar sekunder pun yield kita menguat sejak Joe Biden dinyatakan menang di Pilpres AS,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (17/11/2020).

Ramdhan melihat dari sisi permintaan, investor asing mulai berani menempatkan dananya ke Indonesia karena selama beberapa tahun terakhir Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menyulut perpecahan yang mencapai puncaknya lewat perang dagang Amerika Serikat dan China yang membuat pasar tidak stabil.

Begitupun, dia melihat potensi kenaikan jumlah penawaran masih akan berlanjut hingga lelang SUN berikutnya karena investor asing belum maksimal menempatkan uangnya ke aset berisiko jika dibandingkan dengan dana yang keluar dari selama awal pandemi.

“Sebetulnya, asing cukup nyaman di pasar kita selama ini dengan kepemilikan mereka yang stabil antara 38-40 persen,” sambungnya.

Adapun, dia melihat tingkat imbal hasil obligasi Indonesia yang terbilang tinggi sebagai daya tarik tersendiri bagi investor asing ditambah dengan prospek makro ekonomi yang menunjukkan pertanda pemulihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper