Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dibuka Menguat, Saham Bank Paling Banyak Dilego

Setelah dibuka pada level 5.500,034, indeks acuan terus menguat hingga ke posisi 5.506,247, naik 0,84 persen atau 45,719 poin pada pukul 09.14 WIB.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 16 November 2020  |  09:16 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (16/11/2020).

Setelah dibuka pada level 5.500,034, indeks acuan terus menguat hingga ke posisi 5.506,247, naik 0,84 persen atau 45,719 poin pada pukul 09.14 WIB.

Pada awal perdagangan hari ini, sebanyak 222 saham menguat, 79 melemah dan 168 stagnan.

Adapun, nilai transaksi pada awal perdagangan hari ini sebanyak Rp312,99 miliar, dengan nilai beli bersih asing sebesar Rp34,47. Hingga saat ini, aksi jual beli saham masih didominasi oleh pelaku pasar dalam negeri.

Berdasarkan besaran transaksinya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan nilai transaksi terbesar sejauh ini sebesar Rp78,78 miliar, menyusul di belakangnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi sebesar Rp77,86 miliar.

Selanjutnya, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) paling banyak diburu oleh asing dengan nilai beli beli bersih mencapai Rp8,95 miliar, sementara asing paling banyak membuang saham BBRI dengan catatan jual bersih asing sebanyak Rp30,07 miliar.

Berikutnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatatkan kenaikan dengan persentase tertinggi di antara semua anggota di indeks acuan masing-masing 11,36 persen dan 7,78 persen.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, indeks acuan diprediksi konsolidasi melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh berbagai sentimen.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengungkapkan lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara membuat pelaku pasar berhati-hati. Pihaknya mencatat terjadi kenaikan kasus baru di Amerika Serikat hingga Eropa dan membuat sejumlah negara harus mengambil langkah penanggulangan.

Kendati demikian, pekan lalu pasar terdorong hasil penelitian vaksin Covid-19. Salah satunya laporan dari perusahaan farmasi asal Amerikat Serikat dan Jerman terkait efektifitas dalam mencegah penyebaran virus.

Kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat juga mendorong optimisme akan dikucurkannya stimulus fiskal US$2,2 triliun. Kebijakan itu perlu dikeluarkan oleh pemerintah Negeri Paman Sam untuk membangkitkan kembali ekonomi.

Dari dalam negeri, Hans menyebut rupiah sedikit melemah pada akhir pekan lalu. Kondisi itu terjadi setelah Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap masih ada ruang penurunan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR.

“Saat ini Rapat Dewan Gubernur BI yang terdekat pada 19 November 2020 tetapi kami perkirakan BI akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di angka 4 persen,” ujarnya melalui riset harian, Minggu (15/11/2020).

Hans memperkirakan IHSG berpeluang konsolidasi melemah pada pekan ini. Hal itu seiring dengan memudarnya optimisme vaksin Covid-19, mulai turunnya efek kemenangan Biden, serta meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa negara.

Support IHSG ada di level 5.395 sampai 5.426 dan resistance 5.520 sampai 5.550,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top