Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Garuda (GIAA) Terbang Hampir 10 Persen, Efek Ustaz Yusuf Mansur?

Saham GIAA sudah menguat 9,92 persen atau 24 poin ke level Rp266 hingga perdagangan pukul 09.44 WIB pada sesi pertama perdagangan hari ini Senin (9/11/2020).
Yusuf Mansur/Instagram @mansurnew
Yusuf Mansur/Instagram @mansurnew

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) secara mengejutkan terpantau mengalami kenaikan harga saham pada awal perdagangan hari ini, kendati kinerja keuanagn tengah tertekan.

Berdasarkan Bloomberg, saham GIAA sudah menguat 9,92 persen atau 24 poin ke level Rp266 hingga perdagangan pukul 09.44 WIB pada sesi pertama perdagangan hari ini Senin (9/11/2020).

Sebagai informasi, Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2020, GIAA mengalami rugi bersih sebesar US$1,07 miliar atau Rp15,32 triliun, berdasarkan kurs jisdor pada Jumat (6/11/2020) yang mana US$1 adalah Rp14.321.

Penyebab utama penurunan itu adalah anjloknya pendapatan menjadi US$917,28 juta, jauh dibawah perolehan kuartal III/2019 sebesar US$2,79 miliar.

Dari sisi kewajiban, per akhir September, emiten penerbangan pelat merah tersebut tercatat memiliki liabilitas sebesar US$10,36 miliar atau Rp148,36 triliun, melesat 177,74 persen dibandingkan catatan kuartal III/2019 sebesar US$3,73 miliar.

Di lantai bursa, pada perdagangan hari sebelumnya, Jumat (6/11/2020), saham GIAA ditutup parkir dalam posisi stagnan sama seperti hari perdagangan sebelumnya yakni Rp242.

Terdapat asumsi bahwa kenaikan harga saham GIAA disebabkan oleh saran Ustaz Yusuf Mansur. Pada Sabtu (7/11/2020), Ustaz Yusuf Mansur atau UYM memang mengunggah sebuah postingan di laman Instagramnya yang menyarankan masyarakat untuk membeli saham GIAA.

Ia menyatakan masyarakat tak perlu pusing dengan kinerja emiten penerbangan pelat merah tersebut yang terus terpuruk pada tahun ini.

Disebutkannya, cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kinerja perseroan adalah dengan rakyat menjadi pemegang saham baru GIAA, sama seperti yang ia lakukan yaitu dengan membeli saham emiten perbankan syariah PT Bank BRI Syariah Tbk. (BRIS) dan untung banyak saat harganya menjulang beberapa waktu lalu akibat isu merger.

“Brp sih yang dibutuhkan Garuda? Hehehe. Belagu ya? Engga belagu. Simpel banget. Asli.... Cuma 15T, kan? Kecil banget ini,” terangnya.

Menurutnya, kerugian Rp15 triliun yang ditanggung oleh GIAA sebenarnya sangat kecil jika ditalangi oleh 10 juta orang, karena hanya membutuhkan modal Rp1,5 juta saja.

Menabung saham di GIAA, baginya, juga hanya semudah memotong gaji semua karyawan, buruh, guru, dokter, tentara, polisi. Namun, perusahaan memang perlu melakukan perbaikan dari segala sisi.

“Tar kita take over semua utang BUMN, hehehe. Bismillah. Di BRIS biar gmn udah berhasil. Ga bisa dan ga boleh ada yang ngetawain Yusuf Mansur dan kiita semua, hehehe. Sombong ya? Bukan. Ini pamer, hahaha,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper