Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sentimen Negatif Mulai Reda, IHSG Diprediksi Adem Ayem hingga Akhir Tahun

Pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2020) IHSG bertengger gagah di level 5250,32 setelah menguat 3,04 persen. Indeks berhasil rebound dari posisi penutupan sebelumnya yang mana indeks terkoreksi 1,05 persen ke level 5105,19.
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA—Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir tahun ini diperkirakan akan stabil seiring dengan meredanya ketidakpastian terkait Pemilu AS. Di sisi lain, pelaku pasar cenderung masih optimistis dengan perkembangan vaksin Covid-19.

Pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2020) IHSG bertengger gagah di level 5250,32 setelah menguat 3,04 persen. Indeks berhasil rebound dari posisi penutupan sebelumnya yang mana indeks terkoreksi 1,05 persen ke level 5105,19.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan para pelaku pasar memiliki ekspektasi yang cukup baik terkait kondisi pasar di kuartal terakhir tahun ini karena mereka melihat aktivitas bisnis yang sudah berjalan semakin mendekati normal.

“Ya kalau dilihat sudah jauh lebih baik dari kuartal II, kuartal III. Jadi, hal-hal itu yang dilihat pelaku pasar,” katanya kepada Bisnis, Kamis (5/11/2020)

Di sisi lain, sentimen-sentimen yang selama ini kerap menggoyang pasar juga dinilai mulai mereda, dengan usainya Pilpres AS di awal bulan November ini. Menurutnya, hasil sementara dari Pilpres terbilang direspons pasar dengan baik.

“Awalnya kandidat kuat memang Trump, tapi ternyata Biden memimpin dan pasar sepertinya malah melihat ini sebagai sentimen positif, jadi seharusnya pergerakan pasar jelang akhir tahun adem-adem saja dalam arti uncertainty-nya berkurang,” tutur dia.

Lebih lanjut Alfred juga melihat pasar masih optimistis terhadap ketersediaan vaksin pada awal tahun depan kendati belakangan ini banyak beredar berita yang kurang baik mengenai progress pengembangan vaksin.

Dia menyebut para pelaku pasar cenderung memahami bahwa ada potensi kehadiran vaksin terlambat dari yang diharapkan karena prosesnya tak mudah. Selain itu, perkembangan sejauh ini dinilai masih sesuai jalur.

“Memang ada semacam dinamika dalam hal vaksin ini tapi ini kan masih November, masih ada Desember, Januari, masih tiga bulan ke kuartal I/2021,” tutur dia.

Alfred pun meyakini target IHSG di level 5.300 bakal tercapai pada akhir tahun. Adapun katalis utama yang akan mendorong tren penguatan IHSG antara lain potensi window dressing pada akhir tahun dan momen laporan keuangan emiten untuk kuartal III/2020.

Tak hanya itu, dia memproyeksikan pada akhir tahun investor asing bisa kembali masuk pasar saham Indonesia dengan lebih agresif. Sebab menurutnya net buy yang terjadi belakangan ini belum mencerminkan keyakinan pasar terhadap pasar Indonesia.

"Net buy sekarang ini masih bluechip BBRI, BBCA, TLKM, jadi masih lebih kepada ekpektasi tadi bahwa kondisi makronya sudah mulai enak. Cuma kita enggak tahu nih kalau bicara masalah asing kan banyak, mungkin Desember Januari asing benar-benar net buy," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper