Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Infrastruktur Lesu, Kinerja Wijaya Karya (WIKA) Tertekan

Lesunya bisnis infrastruktur dan pembangunan gedung membuat kinerja PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) cenderung tertekan hingga kuartal III/2020.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  14:20 WIB
Direktur Operasi III Wijaya Karya Sugeng Rochadi (ketiga dari kiri) dan Duta Besar Kepulauan Solomon untuk Indonesia, Salana Kalu (ketiga dari kanan) berposes usai meneken kontrak pembangunan sarana olahraga di Kepualauan Solomon. - Wika
Direktur Operasi III Wijaya Karya Sugeng Rochadi (ketiga dari kiri) dan Duta Besar Kepulauan Solomon untuk Indonesia, Salana Kalu (ketiga dari kanan) berposes usai meneken kontrak pembangunan sarana olahraga di Kepualauan Solomon. - Wika

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati masih di level positif, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengalami penurunan baik dari sisi topline maupun bottomline untuk periode berjalan yang berakhir 30 September 2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang ada di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, emiten berkode WIKA ini membukukan pendapatan hingga akhir kuartal III/2020 sebesar Rp10,38 triliun.

Realisasi tersebut anjlok 43,25 persen dibandingkan perolehan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp18,29 triliun.

Adapun bisnis infrastruktur dan gedung masih menjadi kontritor utama bisnis perseroan. Pendapatan dari lini ini ambles hampir separuhnya, dari tahun lalu sebesar Rp12,42 triliun menjadi Rp6,54 triliun atau turun 47,30 persen.

Kemudian berturut-turut lini bisnis energy & industrial plant menyumbang Rp1,60 triliun, lini bisnis industri Rp1,90 triliun, serta lini bisnis realty dan properti 325 miliar.

Di sisi lain beban pokok pendapatan perseroan juga ikut menurun, menjadi Rp5,94 triliun dari sebelumnya Rp10,99 triliun atau susut 45,95 persen.

Pendapatan yang terkontraksi membuat laba perseroan terjun bebas, meski tak sampai berbalik rugi. Tercatat, laba yang dapat diatribusian kepada entitas pemilik hanya Rp140,94 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,56 triliun.

Kemudian pada pos kewajiban, WIKA tercatat memiliki total liabilitas Rp45,26 triliun, terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp40,18 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp5,07 triliun. Sementara ekuitas perseroan tercatat Rp61,43 triliun.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito optimistis kinerja perseroan dapat segera bangkit seiring perolehan sejumlah kontrak baru. WIKA juga telah mengambil kebijakan untuk mempertahankan 100 persen sumber daya manusianya.

"Kita berharap, di tahun 2021, pandemi bisa segera teratasi dan WIKA siap untuk kembali tumbuh seperti tahun-tahun sebelumnya," terang Agung dalam keterangan resmi, seperti dikutip Bisnis, Kamis (29/10/2020)

Dia menjelaskan, hingga September 2020, WIKA telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp6,84 Triliun. Daftar proyek yang baru saja diraih termasuk proyek irigasi rawa untuk pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah dan Pembangunan Pompa Air Ancol Sentiong untuk penanggulangan banjir di Kawasan Sentiong.

Adapun, tambah Agung, saat ini WIKA tengah mengikuti proses tender untuk proyek-proyek nasional maupun internasional dengan nilai total sekitar Rp20—23 triliun.

Menurutnya, eksistensi WIKA di luar negeri semakin diakui setelah berhasil mendapatkan proyek Multi Purpose Sport Complex di Kepulauan Solomon untuk turnamen antar negara Pasifik 2023.

“Dengan demikian, kami yakin akan mampu memenuhi target kontrak baru pada tahun 2020 sebesar Rp21,37 triliun dan jika ditambah dengan proyek yang sudah diraih, maka order book WIKA mencapai Rp100 triliun yang bisa kita produksi hingga beberapa tahun mendatang," jelas Agung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN wijaya karya Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top