Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Kembali Rilis SUN dengan Skema Private Placement Rp2 Triliun

Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan secara private placement adalah FR0063 dan FR0064.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  18:29 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melakukan penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dengan mekanisme private placement  senilai Rp2 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Selasa (27/10/2020), ada dua seri Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan dengan cara private placement.

Kedua SUN yang diterbitkan berjenis fixed rate (FR) meliputi seri FR0063 yang jatuh tempo 15 Mei 2023 dengan nilai penerbitan Rp500 miliar. Tingkat kupon yang ditawarkan adalah sebesar 5,625 persen dengan yield atau imbal hasil 4,67 persen.

Seri kedua, FR0064 diterbitkan sebesar Rp1,5 triliun dengan kupon 6,125 persen dan yield yang ditawarkan 6,43 persen. Obligasi seri FR0064 memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 Mei 2028.

“Kedua seri SUN bersifat tradeable atau dapat diperdagangkan,” demikian kutipan laporan tersebut.

Sebelumnya, pada 22 Oktober lalu, pemerintah juga telah melakukan private placement penerbitan SUN senilai Rp22,87 triliun untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan penanggulangan virus corona.

Pemerintah menerbitkan empat seri Surat Utang Negara (SUN) dengan cara private placement kepada Bank Indonesia dengan total nominal penerbitan sebesar Rp22,87 triliun.

Keempat SUN yang diterbitkan berjenis variable rate (VR) meliputi seri VR0050 yang jatuh tempo 26 Oktober 2025, dan VR0051 dengan masa jatuh tempo 26 Oktober 2026.

Selanjutnya, seri VR0052 akan jatuh tempo pada 26 Oktober 2027, serta VR0053 dengan masa jatuh tempo 26 Oktober 2028. Masing-masing seri diterbitkan pemerintah senilai Rp5,71 triliun serta dapat diperdagangkan (tradable) di pasar obligasi.

“Kupon yang ditawarkan mengikuti suku bunga Reverse Repo Bank Indonesia tenor 3 bulan. Kupon tiga bulan pertama masing-masing seri  ditetapkan sebesar 3,84 persen,” demikian kutipan laporan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top