Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

17 Perusahaan Masih Antre IPO di Akhir Tahun 2020

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna merinci, enam perusahaan berasal sektor perdagangan, jasa, dan investasi. Tiga perusahaan berasal dari sektor properti, real estate, dan konstruksi, dua perusahaan dari sektor industri barang konsumsi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  19:43 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah calon emiten masih mengantre untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di pengujung tahun 2020.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/10/2020) mencatat, sejauh ini sebanyak 46 perusahaan yang telah melaksanakan IPO. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, masih ada 17 perusahaan yang antre untuk melantai di bursa pada 2020.

Nyoman merinci, enam perusahaan berasal sektor perdagangan, jasa, dan investasi. Tiga perusahaan berasal dari sektor properti, real estate, dan konstruksi, dua perusahaan dari sektor industri barang konsumsi.

Selanjutnya, dua perusahaan berasal dari sektor aneka industri dan dua perusahaan dari sektor pertanian, dan satu perusahaan dari sektor finansial.

"Dari 17 perusahaan yang masih menjalani proses evaluasi penawaran umum diperkirakan aksi IPO-nya akan terjadi di bulan November-Desember 2020," kata Nyoman.

Selain itu, terdapat 9 penerbit yang akan menerbitkan 10 emisi obligasi atau sukuk yang berada dalam pipeline EBUS di BEI.

Nyoman melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan soft launching Sistem e-IPO pada 10 Agustus 2020 lalu. BEI juga telah melakukan sosialisasi kepada seluruh Anggota Bursa (AB).

Hadirnya sistem e-IPO diharapkan dapat menjalankan proses IPO secara transparan, serta meningkatkan coverage investors & stakeholders terkait lainnya.

"Pada akhirnya kami berharap hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap pasar modal," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top