Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Bank Beterbangan, Wall Street Pesta Pora

Saham perbankan mengerek sektor saham finansial hampir 2 persen di tengah pembicaraan soal stimulus yang memicu spekulasi para pelaku pasar.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  05:02 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (22/10/2020), ditopang kenaikan saham-saham perbankan.

Dilansir dari Bloomberg, saham-saham perbankan melonjak dipicu kenaikan imbal hasil obligasi AS sementara anggota parlemen di Washington terus menawar tagihan pengeluaran.

Indeks S&P 500 mengurangi koreksi seiring dengan kenaikan saham-saham finansial hampir 2 persen. Adapun imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik menjadi 0,84 persen, tertinggi sejak Juni 2020.

Selain perbankan, saham-saham energi juga melonjak ditunjang rebound harga minyak. 

Di akhir perdagangan, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,5 persen. Sementara itu, indeks Dow Jones Industria Average dan Nasdaq Composite juga menguat masing-masing 0,54 persen dan 0,19 persen.

Investor masih terpaku pada perkembangan stimulus. Ketua DPR Nancy Pelosi mengisyaratkan dia optimis bakal mencapai kesepakatan dengan pemerintah terkait stimulus perekonomian. 

Mantan Trader Merrill Lynch dan pendiri The Sevens Report Tom Essaye mengatakan musim laporan keuangan membawa euforia ke pasar saham di AS dan menutupi sentimen stimulus serta kasus Covid-19.

“Laporan pendapatan berdatangan dan hasilnya lebih sehat dan lebih baik daripada perkiraan. Kemajuan pembicaraan stimulus tetap menjadi perhatian, pengaruh makro ini bakal terus mendominasi internal pasar sampai ada kejelasan menjelang Pemilu,” kata Essaye, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (22/10/2020)

Di Eropa, indeks Stoxx Europe 600 mengalami koreksi. Produsen tas mewah Hermes International menguat setelah permintaan barang mewah kembali meningkat dari Asia.

Strategist Saxo Capital Markets Eleanor Creagh menambahkan dengan tidak ada kemajuan perundingan stimulus AS, pelaku pasar bakal terus merespons setiap perkembangan mengenai stabilitas politik di AS.

Di sisi lain, perkembangan pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa efek pandemi semakin parah. Infeksi di Jerman telah melonjak ke rekor baru. Menteri Kesehatan Spanyol mengatakan penyebaran virus berada di luar kendali. Adapun jumlah rawat inap pasien Covid-19 di AS telah mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Berikut perkembangan pasar terkini

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 0,5% pada pukul 4 sore. Waktu New York.
  • Nasdaq 100 berakhir lebih rendah sebesar 0,02%.
  • Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,2%.
  • MSCI Asia Pacific Index turun 0,8%.
  • Indeks Pasar Berkembang MSCI turun 0,4%.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,2%.
  • Euro turun 0,3% menjadi $ 1,1822.
  • Pound Inggris turun 0,4% menjadi $ 1,3093.
  • Yen Jepang melemah 0,2% menjadi 104,83 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS bertambah dua basis poin menjadi 0,84%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman naik satu basis poin menjadi -0,58%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris naik tiga basis poin menjadi 0,27%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,4% menjadi $ 40,60 per barel.
  • Emas berjangka melemah 1,4% menjadi $ 1,902.20 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top