Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Baru Dapat Pinjaman Tak Berbunga Rp1 Triliun, Saham JAWA Langsung Melejit

Manajemen JAWA mengatakan bahwa pengajuan pinjaman itu dilakukan karena ketersedian kas dan tingkat likuiditas perseroan cukup rendah. Pinjaman tidak berbunga itu pun menjadi pertimbangan perseroan mengambil pinjaman karena akan meringankan beban keuangan JAWA.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  18:12 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/9/3030). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/9/3030). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham emiten perkebunan, PT Jaya Agra Wattie Tbk,. mengalami peningkatan signifikan pada perdagangan Kamis (22/10/2020). Berdasarkan data Bloomberg, saham emiten bersandi JAWA itu parkir di level Rp84, terapresiasi 34,43 persen atau naik 21 poin. Pergerakan itu pun membuat JAWA terkena auto reject atas (ARA).

Untuk diketahui, belum lama ini perseroan mengumumkan akan mendapatkan pinjaman hingga Rp1 triliun dari pemegang saham pengendali, PT Sarana Agro Investama (SAI).

Mengutip keterbukaan informasi perseroan di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman akan diberikan oleh SAI secara penuh maupun bertahap sesuai dengan permintaan. Selain itu, pinjaman itu tidak dikenakan bunga, tidak memiliki jaminan apapun, dan tidak boleh dipergunakan perseroan untuk keperluan selain kelancaran kegiatan usaha.

Manajemen JAWA mengatakan bahwa pengajuan pinjaman itu dilakukan karena ketersedian kas dan tingkat likuiditas perseroan cukup rendah. Pinjaman tidak berbunga itu pun menjadi pertimbangan perseroan mengambil pinjaman karena akan meringankan beban keuangan JAWA.

“JAWA memerlukan tambahan dana untuk dapat beroperasi secara optimal sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, JAWA berencana mengadakan perjanjian pinjaman dengan plafon maksimal sebesar Rp1 triliun,” tulis Manajemen Jaya Agra Wattie seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (22/10/2020).

Berdasarkan laporan keuangan, per 30 Juni 2020 posisi kas dan setara kas perseroan hanya sebesar Rp764,03 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan posisi kas per 31 Desember 2019 sebesar Rp6,17 miliar.

Adapun, dalam perjanjian pinjaman tersebut, SAI berhak untuk setiap saat minta agar perseroan menyelesaikan pinjaman baik sebagian maupun seluruhnya, dengan cara melalui kompensasi atau konversi atas pinjaman dengan saham Perseroan atau pembayaran secara tunai.

Di sisi lain, kinerja saham JAWA pada perdagangan kali ini berhasil jauh memimpin pergerakan saham sektor perkebunan yang sebagian besar juga bergerak di zona hijau. Kinerja penguatan JAWA disusul oleh penguatan saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) yang naik 9,8 persen, dan saham PT Provident Agro Tbk. (PALM) yang menguat 2,19 persen.

Penguatan saham sektor perkebunan itu pun sejalan dengan tren penguat harga minyak sawit berjangka untuk kontrak Januari 2021 di bursa Malaysia ke level 2.942 ringgit per ton, naik 1,87 persen. Namun sayangnya, mayoritas saham emiten sektor perkebunan dengan kapitalisasi pasar besar gagal mengikuti tren penguatan itu.

Saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) terkoreksi 3,72 persen, saham PT PP London Sumatera Tbk. (LSIP) juga turun 2,65 persen, dan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) tidak bergerak daripada posisi perdagangan sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Jaya Agra Wattie emiten perkebunan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top