Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dari Grup Salim hingga Grup Bakrie, Saham Emiten Sawit Kompak Menguat

Harga CPO di Bursa Malaysia menembus 3.000 per ton. Saham-saham perkebunan sawit kompak mengalami kenaikan, mulai dari emiten Grup Bakrie hingga Grup Salim.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  14:01 WIB
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit. - Sanjit Das/Bloomberg
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit. - Sanjit Das/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia kembali menembus level 3.000 ringgit per ton. Saham emiten perkebunan sawit milik para konglomerat turut mendapat berkah.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini, Senin (12/10/2020), harga CPO untuk kontrak paling aktif Desember 2020 dibuka di level 2.984 ringgit per ton atau naik 2,52 persen dibandingkan dengan penutupan Jumat (9/10/2020).

Pada pukul 13.38 WIB, harga CPO bergerak ke level 3.004 ringgit per ton atau naik 3,19 persen dibandingkan dengan penutupan terakhir.

Di sisi lain, harga saham emiten perkebunan sawit turut terangkat sentimen kenaikan harga CPO. Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 3,14 persen. 

Kemudian disusul saham PT Cisadane Sawit Raya Tbk. yang juga naik 1,81 persen. Emiten perkebunan sawit milik para konglomerat juga ikut menikmati sentimen kenaikan harga CPO.

Saham dua emiten Grup Salim kompak menggeliat, yaitu PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (+1,27 persen), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (+1,60 persen).

Saham PT Astra Agro Lestari Tbk. anak usaha Grup Astra juga terkerek dengan kenaikan 1,14 persen. Emiten perkebunan sawit milik Grup Bakrie dan Grup Rajawali menyusul ; saham PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk. naik 1,33 persen sedangkan saham PT Eagle High Plantations Tbk. naik 1,05 persen.

Sebelumnya, Institutional Sales Manager Phillip Futures Kuala Lumpur Marcello Cultrera mengatakan, pergerakan harga ini didukung oleh penurunan angka produksi pada bulan Oktober. Kenaikan biji-bijian dan minyak sayur juga turut menopang kenaikan harga minyak kelapa sawit.

“Pasar juga memantau dampak dari siklus La Nina di Asia Tenggara dan Amerika Selatan terhadap pergerakan harga,” katanya dikutip dari Bloomberg.

Menurut Malaysian Palm Oil Association, produksi minyak kelapa sawit di Malaysia menunjukkan tren kenaikan. Pada September 2020, produksi minyak kelapa sawit melonjak 3,1 persen dibandingkan posisi Agustus 2020.

Sementara itu, Head of Trading and Hedging Strategies Kaleesuwari Intercontinental, Gnanasekar Thiagarajan mengatakan, prospek ekspor minyak sawit mengalami kenaikan menjelang musim perayaan di India. Sepanjang Oktober dan November, masyarakat India akan merayakan sejumlah hari besar.

“Permintaan minyak konsumsi akan naik selama musim perayaan ini karena masyarakat banyak mengkonsumsi makanan yang digoreng serta manisan,” jelasnya.

Top Leader Indeks Jak Agri 12 Oktober 2010*

EmitenHarga SahamPerubahan
Dharma Satya Nusantara Tbk PT515+3.41%
Cisadane Sawit Raya Tbk PT338+1.81%
Perusahaan Perkebunan London S955+1.60%
Dharma Samudera Fishing Indust67+1.52%
Bakrie Sumatera Plantations Tb76+1.33%
Salim Ivomas Pratama Tbk PT318+1.27%
Astra Agro Lestari Tbk PT11050+1.14%
Eagle High Plantations Tbk PT96+1.05%
Mahkota Group Tbk PT805+0.63%
Sawit Sumbermas Sarana Tbk PT805+0.63%

*Per Pukul 13.38 WIB

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astra Grup Bakrie grup salim harga cpo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top