Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TLKM & ICBP Dilego Asing, IHSG Melemah pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau melemah 0,38 poin atau 19,64 persen ke level 5.106,69 pada akhir sesi I setelah bergerak dalam kisaran 5.100,82-5.135,08.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  12:45 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih parkir di zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau melemah 0,38 poin atau 19,64 persen ke level 5.106,69 pada akhir sesi I setelah bergerak dalam kisaran 5.100,82-5.135,08.

Sebanyak 121 saham menguat, 253 saham melemah, dan 178 saham stagnan.

Total transaksi di lantai bursa hingga akhir sesi I mencapai 6,35 miliar saham, dengan nilai Rp4,82 triliun. Adapun investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 6,72 miliar.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memimpin perolehan net sell asing pada sesi I, yang mencapai Rp54,2 miliar.  PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyusul dengan net sell mencapai 15,4 miliar.

Sementara itu, sebanyak 8 dari 10 indeks sektoral melemah pada sesi I, didorong oleh sektor properti yang terkoreksi 1,44 persen dan konsumer yang melemah 0,95 persen.

Di sisi lain, sektor aneka industri dan industri dasar menguat masing-masing 2,07 persen dan 0,03 persen.

Director Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pergerakan IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar. Kuatnya fundamental perekonomian Indonesia turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG.

Fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” kata William dalam risetnya yang diterima Bisnis, Selasa (20/10/2020).

Ia melanjutkan, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.

Hari Ini, William memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 4.889-5.188.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top