Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Rentan Koreksi, Empat Saham Ini Layak Dicermati

MNC Sekuritas memprediksi IHSG masih rentan melanjutkan koreksinya ke area 5.050-5.075 dalam jangka pendek. 
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  06:35 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Tim analis MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rentan terkoreksi pada  perdagangan hari ini, Jumat (16/10/2020). 

MNC Sekuritas menyebutkan, setelah delapan hari mengalami penguatan yang cukup signifikan, IHSG terkoreksi 1,37 persen ke level 5,105 pada perdagangan kemarin. Tim analis MNC Sekuritas menyatakan, koreksi tersebut diiringi dengan tekanan jual yang relatif besar. 

Pergerakan IHSG kemarin pun sudah mengenai target koreksi minimal yang berada di kisaran 5.050-5.100. Untuk itu, Tim analis MNC Sekuritas memprediksi IHSG masih rentan melanjutkan koreksinya ke area 5.050-5.075 dalam jangka pendek. 

Tim analis melanjutkan, level support terdekat IHSG hari ini berada pada level 5.000. Apabila IHSG menembus area tersebut, maka IHSG akan melaju ke 4.900-4.950. 

"Namun, apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 4.820 atau bahkan 4.753, maka IHSG terkonfirmasi membentuk wave C ke arah 4.500-4.650," demikian kutipan laporan MNC Sekuritas, Jumat (16/10/2020).

Adapun, level support terkonfirmasi adalah 4.840 dan 5.000, serta level resistance terkonfirmasi adalah 5.187 dan 5.250.

Pada perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham empat emiten. Berikut ulasannya :Berikut saham pilihan MNC Sekuritas untuk diperdagangkan hari ini:

  • ACES - Buy on Weakness (1,570)

Kemarin (15/10), ACES terkoreksi cukup agresif sebesar 3,7% ke level 1,570. Selama ACES tidak terkoreksi di bawah 1,500, maka kami memperkirakan pergerakan ACES saat ini masih menjadi bagian dari wave [iii] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti ACES masih berpotensi untuk berbalik menguat.

Buy on Weakness: 1,530-1,565

Target Price: 1,700, 1,815

Stoploss: below 1,500

  • UNTR - Spec Buy (21,700)

Pada perdagangan kemarin (15/10), UNTR terkoreksi cukup agresif 3,4% dan ditutup di 21,700, koreksi UNTR juga diikuti oleh tekanan jual yang cukup besar. Selama UNTR tidak terkoreksi di bawah 20,625, maka UNTR saat ini sedang membentuk akhir dari wave [b] dari wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti koreksi UNTR akan relatif terbatas dan berpeluang berbalik menguat untuk membentuk wave [c].

Spec Buy: 21,300-21,650

Target Price: 25,000, 26,500

Stoploss: below 20,625

  • GGRM - Buy on Weakness (43,500)

Kemarin (15/10), GGRM diperdagangkan terkoreksi 1,3% dan ditutup di level 43,500. Saat ini, kami memperkirakan posisi GGRM sedang membentuk wave [iv] dari wave 1 dari wave (C). Hal tersebut berarti, GGRM akan berpotensi terkoreksi terlebih dahulu untuk mengkonfirmasi terbentuknya wave [iv].

Buy on Weakness: 42,900-43,400

Target Price: 45,600, 47,175

Stoploss: below 40,475

  • CTRA - Sell on Strength (755)

CTRA terkoreksi 0,7% dan ditutup di level 755 pada perdagangan kemarin (15/10). Kami memperkirakan posisi CTRA sudah berada di akhir wave D pada pola triangle dan CTRA rentan terkoreksi untuk membentuk wave E dari wave (X) terlebih dahulu. Adapun level koreksi CTRA berada pada area 710 dan 660.

Sell on Strength: 775-775

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top