Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Siap Menuju Reli Dua Pekan Beruntun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,85 persen pada perdagangan hari ini, Rabu (14/10/2020). Tren ini semakin mendekatkan indeks pada reli dua pekan beruntun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  15:27 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bersiap menuju reli tanpa henti selama dua pekan bertuntun setelah mampu memperpanjang reli pada perdagangan hari ini, Rabu (14/10/2020).

Mengutip data Bloomberg, IHSG mampu menguat 0,85 persen ke level 5.176 pada akhir perdagangan Rabu (14/10/2020). Sejak awal bulan ini, IHSG baru sekali ditutup di zona merah yaitu pada 2 Oktober 2020.

Dari sembilan sektor saham di Bursa Efek Indonesia, sebanyak enam sektor ditutup menguat dan satu sektor ditutup melemah.

Indeks saham sektor tambang memimpin penguatan sebesar 3,72 persen. Di sisi lain, indeks saham sektor properti menjadi yang paling anjlok sebesar -5,93 persen.

Saham PT Bank BRIsyariah Tbk. (BRIS) lagi-lagi menempati posisi top gainers dengan penguatan mendekati auto reject atas sebesar 24,89 persen menjadi Rp1.405 per saham.

Berikutnya mengekor saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan penguatan 24,84 persen menjadi Rp955 per saham dan saham PT Timah Tbk. (TINS) yang naik 21,09 persen menjadi Rp890 per saham.

Di sisi lain, saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST) memimpin pelemahan menjadi top losers dengan pelemahan sebesar 6,25 persen menjadi Rp75 per saham.

Begitu pula saham PT Jasnita Telekomindo Tbk. (JAST) terpeleset 6,25 persen menjadi Rp105 per saham

Kepala Riset dan Strategi J.P. Morgan Indonesia Henry Wibowo menyebutkan dalam riset terbarunya bahwa sentimen omnibus law bakal mampu mengangkat IHSG pada masa pandemi.

“Target IHSG kami pada 2020 sebesar 5.250 mungkin akan tercapai lebih cepat daripada perkiraan,” tulis Henry.

Adapun, saham sektor infrastruktur, properti, keuangan, dan komunikasi disebutnya bakal diuntungkan oleh sentimen omnibus law tersebut dengan saham pilihan a.l. JSMR, INTP, PWON, SMRA, BBCA, TLKM, TOWR, dan TBIG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top