Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Bank Permata (BNLI) Naik 109,5 Persen, BEI Beri Peringatan

Harga saham BNLI tengah melesat kencang dalam sepekan terakhir hingga 109,56 persen.
Nasabah bertransaksi di banking hall Bank Permata, di Jakarta, Kamis (27/6/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Nasabah bertransaksi di banking hall Bank Permata, di Jakarta, Kamis (27/6/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia tengah mencermati pola transaksi PT Bank Permata Tbk. (BNLI) karena menunjukkan unusual market activity (UMA).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan telah terjadi peningkatan harga saham BNLI yang diluar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang pasar modal,” jelas Manajemen BEI dalam pengumuman yang dikutip, Rabu (14/10/2020).

Sehubungan dengan terjadinya UMA, BEI sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham BNLI. Para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat, mencermati kinerja perusahaan, mengkaji kembali rencana aksi korporasi, serta, mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

BEI mencatat informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat yakni pada 9 Oktober 2020 yang dipublikasikan melalui laman resmi BEI. BNLI menyampaikan fakta material sehubungan dengan pengumuman pelaksanaan penawaran tender wajib oleh Bangkok Bank Public Company Limited.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham BNLI tengah melesat kencang dalam sepekan terakhir. Pergerakan harga naik 109,56 persen sepanjang periode itu.

Kendati demikian, BNLI amblas 6,86 persen ke level Rp2.850 pada akhir sesi pertama Rabu (14/10/2020). Investor asing tercatat net sell atau jual bersih Rp245,44 juta di saham perseroan.

Dalam keterbukaan informasi 9 Oktober 2020, BNLI melaporkan Bangkok Bank telah memenuhi kewajiban dengan melaksanan penawaran tender wajib dengan membeli 2,97 miliar lembar saham perseroan dari pemegang publik dengan harga Rp1.347. Setelah aksi korporasi itu, kepemilikan bertambah menjadi 27,68 miliar lembar atau 98,71 persen.

Bangkok Bank memiliki kewajiban divestasi saham dalam jumlah yang paling sedikit setara dengan persenstase saham yang diperoleh dari penawaran tender wajib dalam 2 tahun. Pasalnya, pengambilalihan telah membuat Bangkok Bank memiliki lebih dari 80 persen saham BNLI.

Divestasi akan mengakibatkan kepemilikan saham Bangkok Bank dikembalikan menjadi tidak lebih dari 89,12 persen atau sama sebelum tender wajib dan sesuai dengan ketentuan free float minimum 7,5 persen yang disyaratkan oleh BEI.

BNLI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Bangkok Bank untuk memastikan ketentuan free float dapat dipenuhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper