Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG dan Obligasi Pulih, Investasi Reksa Dana Diramal Naik pada Oktober

Dana kelolaan reksa dana dapat kembali naik pada Oktober mengingat IHSG tengah tancap gas melanjutkan penguatannya sejak awal bulan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  07:59 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah tercatat naik selama tiga bulan berturut-turut, dana kelolaan atau nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana kembali mengalami penurunan pada September 2020. Namun, kondisi ini diramal kembali berbalik pada Oktober.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per 30 September 2020, NAB reksa dana secara industri tercatat sebesar Rp510,14 triliun, turun 2,05 persen dari total dana kelolaan pada akhir Agustus yang mencapai Rp520,84 triliun.

Dari sisi unit penyertaan, jumlah unit reksa dana yang beredar per akhir September juga terpantau menyusut yakni 423,96 miliar unit, sedangkan pada bulan sebelumnya unit penyertaan reksa dana mencapai 426,56 unit.

Adapun jika melihat catatan Infovesta Utama, seluruh jenis reksa dana kompak mengalami penurunan dana kelolaan, dengan penyusutan NAB paling signifikan dialami oleh reksa dana campuran yakni -5,49 persen.

Kemudian berturut-turut reksa dana pasar uang (-4,34 persen), reksa dana saham (-2,67 persen), dan reksa dana pendapatan tetap (-0,53 persen)

Adapun jika dilihat secara unit penyertaan, reksa dana pasar uang kehilangan paling banyak unit yang beredar yakni -5,53 persen. Diikuti oleh reksa dana campuran (-1,05 persen) dan reksa dana pendapatan tetap (-0,37 persen).

Sebaliknya, unit penyertaan reksa dana saham terpantau bertumbuh 0,52 persen per akhir September 2020 dibandingkan akhir bulan sebelumnya, sekaligus menjadi satu-satunya jenis reksa dana konvensional yang mengalami kenaikan unit penyertaan.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan penyebab utama penurunan dana kelolaan reksa dana pada Septmber adalah gejolak pasar yang menekan indeks harga saham gabungan dan harga obligasi sehingga valuasi aset turun.

“Tidak hanya saham yang turun lumayan, tapi harga SUN juga turun utamanya sejak pengumuman PSBB DKI itu,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (12/10/2020)

Selain itu, penyusutan unit penyertaan juga turut menekan jumlah dana kelolaan di akhir September. Namun, Wawan menyebut sebagian penurunan tersebut merupakan aksi perpindahan antarjenis reksa dana atau switching.

Salah satu yang terlihat adalah penurunan unit penyertaan reksa dana pasar uang sementara di waktu yang sama unit penyertaan reksa dana saham terpamtau naik. Wawan menyebut kemungkinan besar banyak investor yang mengalihkan dananya ke instrumen berbasis saham.

“Kemungkinan sebagian yang dari pasar uang ini switching ke sana [reksa dana saham],” kata dia.

Menurutnya, fenomena switching ini memang lazim terjadi di industri reksa dana. Dia menjabarkan, ketika reksa dana saham tengah tertekan para investor biasanya memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan pembelian.

“Jadi sebetulnya behavior-nya [investor] reksa dana sudah cukup shopistocated ya jadi mereka sudah bisa memanfaatkan momen. Malah nanti kalau IHSG naik tinggi malah bisa pada redeem,” tuturnya.

Wawan optimistis dana kelolaan reksa dana dapat kembali naik pada Oktober mengingat IHSG tengah tancap gas melanjutkan penguatannya sejak awal bulan. Bahkan, kini IHSG telah kembali menembus level 5.000.

Dia menilai ada sejumlah katalis positif yang akan mendukung penguatan pasar pada bulan ini antara lain sentimen dari disahkannya UU Cipta Kerja serta pencabutan status PSBB ketat menjadi PSBB transisi kembali.

“UU Cipta Kerja ini walaupun didemo tapi dalam jangka panjang kan disebut baik untuk bisnis, lalu di luar dugaan PSBB DKI kembali ke transisi. Ini pasti akan menguntungkan emiten jadi kemungkinan harga [saham] akan terus naik,” tutur Wawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Obligasi reksa dana investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top