Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Pandemi, Bos Medco Energi Tegaskan Ekspansi Tetap Berlanjut

Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro menyampaikan perseroan akan melanjutkan ekspansi tiga lini bisnis utamanya, yakni migas, kelistrikan, dan pertambangan mineral.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Oktober 2020  |  13:55 WIB
Profesor of Management Universitas Indonesia Rhenald Kasali (kedua kanan) bersama Profesor of Management UI Firmanzah (dari kanan), Presdir PT Medco Energi International Tbk. Hilmi Panigoro dan Founder & President of CERAP Nicolas Tenzer menjadi pembicara acara International Conference on Science, Management and Engineering 2018 di Jakarta, Senin (22/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Profesor of Management Universitas Indonesia Rhenald Kasali (kedua kanan) bersama Profesor of Management UI Firmanzah (dari kanan), Presdir PT Medco Energi International Tbk. Hilmi Panigoro dan Founder & President of CERAP Nicolas Tenzer menjadi pembicara acara International Conference on Science, Management and Engineering 2018 di Jakarta, Senin (22/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Walau tersengat Covid-19, PT Medco Energi Internasional Tbk tetap melanjutkan ekspansi bisnis migas, kelistrikan, dan pertambangan mineral.

Salah satu dana ekspansi berasal dari hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp1,78 triliun atau setara US$120 juta.

Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro menuturkan pihaknya telah menyelesaikan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang oversubscribed sebesar 43 persen senilai Rp1,78 triliun atau setara US$120 juta dengan partisipasi 98 persen pemegang saham.

"Ke depannya, saya bangga dengan keberhasilan eksplorasi baru-baru ini di Natuna dan aliansi dengan Kansai Electric yang akan membuka peluang untuk memperluas integrasi bisnis gas dan ketenagalistrikan Perseroan,” ungkapnya dalam keterangan Sabtu (3/10/2020).

Lebih lanjut, dia bercerita kinerja pada semester I/2020 produksi minyak dan gas sebanyak 101 juta barel setara minyak per hari (mboepd), naik 5 persen dari 2019setelah akuisisi Ophir. Sayangnya, permintaan gas jauh di bawah kapasitas perusahaan dan di bawah tingkat normal sebelum Covid-19.

Biaya tunai per unit adalah US$7,8 mboepd, sesuai panduan tahunan dan di bawah semester I/2019 meskipun terdapat pengeluaran sebesar US$8 juta untuk menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi COVID-19.

Di bisnis kelistrikan, anak usaha MEDC, Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 1.136 GWh pada semester I/2020, menurun 9 persen dari 2019 karena adanya penurunan permintaan listrik di Batam," terangnya.

Walaupun Covid-19 terjadi, dia bercerita eksplorasi tetap berlanjut menyusul penemuan eksplorasi komersial pada kuartal I/2020 di sumur Bronang-2 dan Kaci-2. 

Perusahaan juga sukses mengebor sumur eksplorasi lanjutan pada September di sumur Terubuk-5. Penemuan ini akan dikembangkan dengan cepat dengan menggunakan infrastruktur PSC South Natuna Sea.

Di sisi lain, Medco Power dan Kansai Electric Power Company telah menandatangani Aliansi Strategis untuk mengembangkan fasilitas IPP gas baru di Indonesia. 

Eksplorasi sumur baru di Ijen 6-1 dan 5-1, Blawan Ijen, Jawa Timur menemukan reservoir uap yang kuat dan Medco Power sedang melakukan kegiatan eksplorasi pada dua sumur lagi untuk membuktikan kelayakan komersial dari pengembangan panas bumi.

Konstruksi CCGPP Riau telah mencapai progres 86% dan diharapkan dapat selesai pada 2021. Sementara konstruksi pada fasilitas PV 26MWp di Sumbawa sudah dimulai.

Sementara itu, di bisnis pertambangan mineral, pengembangan Fase 7 di PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mulai mengakses bijih produktif dengan peningkatan produksi mulai April 2020. Pada semester I/2020 AMNT menghasilkan 106 juta pon  tembaga dan 37 kilo ounce emas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco medco energi internasional
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top