Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saat IHSG Letih Lesu, Saham-Saham Ini Bisa Jadi Pilihan pada Jumat (25/9)

IHSG mendekati area level support 4.800-4.755 dengan indikator stochastic yang bearish mendekati area oversold mengiringi momentum indikator RSI yang tertekan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 25 September 2020  |  07:26 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Reliance Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal bergerak melemah menguji kembali level terendah pada aksi sell-off di awal bulan September 2020.

Berdasarkan Bloomberg, IHSG (-1,53 persen) ditutup melemah 75,20 poin kelevel 4.842,76 dengan saham-saham di sektor pertanian (-2,84 persen) dan pertambangan (-1,99 persen) turun signifikan pada perdagangan Kamis (24/9/2020).

Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan indeks acuan mendekati area level support 4.800-4.755 dengan indikator stochastic yang bearish mendekati area oversold mengiringi momentum indikator RSI yang tertekan.

"Secara teknikal diperkirakan IHSG bergerak kembali tertekan dengan support resistance 4.750-4.880," tulisnya dikutip dari publikasi riset, Jumat (25/9/2020).

Adapun, bursa Asia ditutup melemah lebih dari sepersen seperti Indeks Nikkei (-1,11 persen), TOPIX (-1,08 persen), HangSeng (-1,81 persen) dan CSI300 (-1,92 persen) mengiringi jatuhnya indeks berjangka AS setelah The Fed memperingkatkan bahwa akan lebih banyak stimulus fiskal yang diperlukan untuk mempertahankan pemuliah ekonomi.

Terkoreksinya harga CPO (-1,71 persen) kembali bergerak dikisaran 2.800 ringgit permton dari sempat menyentuh diatas 3.000 ringgit permton menjadi faktor utama. Saham AALI (-4,41 persen) dan LSIP (-5,35 persen) turun signifikan.

"Pelemahan CPO di Malaysia disebakan adanya sentimen negatif yakni anjloknya pasar keuangan dan komoditas global seperti minyak semalam serta kondisi perpolitikan negeri Jiran yang penuh dengan intrik," sambungnya.

Terlepas dari itu investor dalam negeri masih penuh dengan kekhawatiran dampak dari penyebaran covid-19 yang meningkat terhadap kelangsungan bisnis hingga resesi.

Bursa Eropa mengikuti bursa Asia dengan dibuka melemah. Indeks Eurostoxx (-0,47 persen), FTSE (-0,56 persen), DAX (-0,25 persen) dan CAC40 (-0,41 persen) melemah.

Suasana risk-off muncul di tengah peningkatan kasus virus yang telah meningkatkan prospek lockdown episode kedua, dan langkah-langkah pembatasan yang dapat menghambat pemulihan ekonomi.

"Selanjutnya investor akan melakukan langkah wait and see diakhir pekan dengan fokus Powell dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan bersaksi di depan komite Senat tentang tanggapan ekonomi terhadap pandemi pada hari Kamis," tuturnya.

Oleh karena itu, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya UNVR, AKRA, JSMR, SMRA, BBCA, dan BBTN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top