Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Kembali Melemah, Saham BBCA Dilego

IHSG dibuka di level 4.876,351, dan langsung terkoreksi 68,21 poin atau 1,39 persen ke level 4.849,747 pada pukul 09.02 WIB.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 September 2020  |  09:18 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahannya pada awal perdagangan Kamis (24/9/2020), setelah ditutup pada zona merah pada perdagangan hari sebelumnya.

IHSG dibuka di level 4.876,351, dan langsung terkoreksi 68,21 poin atau 1,39 persen ke level 4.849,747 pada pukul 09.02 WIB. Pada perdagangan Rabu (23/9/2020) kemarin, indeks acuan ini ditutup di level 4.917,955, terkoreksi 0,33 persen atau 16,14 poin.

Pada awal perdagangan hari ini, terpantau 51 saham terpantau menguat, 186 melemah, dan 90 lainnya stagnan.

Berdasarkan persentase, saham PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) mengalami penurunan terdalam di antara anggota yang terdaftar pada indeks dengan koreksi sebesar 6,96 persen ke level Rp107.

Sementara itu, berdasarkan nilai transaksi, saham emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) paling banyak ditransaksikan oleh pelaku pasar pada awal perdagangan hari ini dengan total aksi jual beli sebesar Rp75,67 miliar dan nilai jual bersih asing sebesar Rp25,37 miliar.

Sebelumnya, analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan penutupan IHSG pada posisi melemah kemarin disebabkan oleh akan resesi pada kuartal III/2020. Adapun pergerakan indeks sempat menguat pada sesi awal perdagangan kemarin didorong rebound beberapa harga komoditas dan bursa Amerika Serikat.

Untuk perdagangan hari ini, Dennies memprediksi IHSG bakal kembali ke zona hijau. Namun, penguatan indeks diperkirakan hanya akan berlangsung dalam jangka pendek dan masih dibayangi kecemasan akan resesi.

“Secara teknikal indicator stochastic bergerak mendekati area oversold mengindikasikan rentang pelemahan sudah terbatas dan ada potensi rebound dalam jangka pendek,” tulis Dennies dalam riset harian, seperti dikutip Bisnis, Kamis (24/9/2020).

Adapun, pelemahan IHSG sejalan dengan laju sejumlah bursa Asia lainnya seperti Indeks Hang Seng Hongkong yang melemah 1,7 persen dan Nikkei 225 Jepang yang terkoreksi 0,66 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top