Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kondisi Pasar Belum Stabil, Rencana IPO 6 Calon Emiten Tetap Berlanjut

Enam calon emiten yang akan menggelar IPO berasal dari berbagai sektor, yaitu dua perusahaan dari sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan serta dua perusahaan dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 September 2020  |  13:37 WIB
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melansir minat perusahaan untuk menggelar penawaran umum perdana (IPO) masih ada kendati pasar modal tengah volatil.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 21 September 2020, terdapat 6 perusahaan dalam pipeline bursa yang akan go public menjelang akhir tahun. Jumlah tersebut jauh lebih rendah ketimbang pipeline pada periode yang sama tahun lalu mencapai 22 calon emiten.

Enam calon emiten tersebut berasal dari berbagai sektor, yaitu dua perusahaan dari sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan serta dua perusahaan dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi.

Selanjutnya satu perusahaan dari sektor aneka industri dan satu perusahaan dari sektor pertanian. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan sejak awal tahun bursa telah kedatangan 46 perusahaan tercatat baru.

“Kami percaya pelaku bisnis memiliki minat dan harapan besar untuk tumbuh bersama pasar modal Indonesia sehingga ke depan masih akan banyak pelaku bisnis yang akan memanfaatkan pasar modal untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan dengan melakukan pencatatan saham maupun penerbitan efek lainnya,” kata Nyoman, Senin (21/9/2020).

Selain penerbitan saham, pipeline emisi obligasi BEI juga terpantau tidak terlalu sepi. Saat ini, terdapat 5 penerbit yang akan menerbitkan 7 obligasi dan sukuk yang mana satu perusahaan dapat menerbitkan lebih dari satu efek bersifat utang atau sukuk (EBUS).

Nyoman melanjutkan bahwa pelaksanaan IPO maupun aksi korporasi lainnya di pasar modal merupakan rencana strategis dari masing-masing perusahaan. Sebelum memproses aksi korporasi, perusahaan biasanya akan mengkaji waktu, besaran dana dihimpun, serta peruntukan penggunaan dana. 

“BEI sangat mengapresiasi setiap pihak yang memberikan kepercayaan tumbuh bersama pasar modal Indonesia,” imbuh Nyoman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top