Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​Jelang RDG Bank Indonesia, Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan

Rupiah dibuka menguat 55 poin pada perdagangan hari ini, Rabu (16/9/2020).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 September 2020  |  09:17 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka menguat 55 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.790 per dolar AS pada perdagangan Rabu (16/9/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan sebelumnya (15/9/2020) rupiah juga ditutup menguat 35 poin ke level Rp14.845 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp14.890 per dolar AS. Ini merupakan penguatan hari ketiga berturut-turut pada pekan ini.

Sementara itu, indeks dolar di pasar spot juga bergerak naik 0,04 persen ke posisi 93,084 dari level sebelumnya pada 93,050.

Rupiah menguat bersama sejumlah mata uang Asia lainnya. Yuan China terpantau menguat 0,17 persen, ringgit Malaysia naik 0,28 persen, baht Thailand naik 0,29 persen, peso Filipina menguat 0,08 persen, serta won Korea naik 0,06 persen.

Penguatan rupiah terjadi menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 September 2020. 

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dari sisi global, dolar AS memang tengah melemah pada perdagangan hari ini seiring dengan kabar baik mengenai pengembangan vaksin Covid-19.

Dalam riset hariannya, dia menyebut perkembangan positif akan vaksin membuat persepsi pelaku pasar terangkat dan berbondong-bondong masuk pasar saham, yang kemudian menyebabkan dolar melemah.

Pelaku saham juga tengah mencermati kebijakan bank sentral di beberapa negara pada pekan ini, termasuk pengumuman The Federal Reserve AS tentang kebijakan suku bunga rendah.

Untuk sentimen dalam negeri Ibrahim menyebut pasar telah lega karena pemberlakuan PSBB ternyata tidak terlalu ketat seperti yang diperkirakan. Di sisi lain, data neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus yakni US$2,33 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah bank indonesia dolar as Kebijakan The Fed
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top