Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Salip BBRI, Saham BBNI Jadi Penopang Indeks Bisnis-27

Dari 27 anggota konstituen indeks, 14 emiten terpantau menguat, 5 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 8 emiten lain berada dalam posisi melemah.
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis/Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 berhasil rebound pada pembukaan perdagangan Kamis (3/9/2020), setelah ditutup parkir di zona merah pada perdagangan hari sebelumnya.

Setelah dibuka pada level 483,37, indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut dibuka menguat 0,37 persen atau 1,79 poin ke level 485,16 hingga pukul 09.05 WIB. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di kisaran 483,13 hingga 485,58.  

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sebelumnya, Rabu (2/9/2020), indeks Bisnis-27 ditutup melemah tipis 0,03 persen atau 0,15 poin ke level 483,37.

Dari 27 anggota konstituen indeks, 14 emiten terpantau menguat, 5 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 8 emiten lain berada dalam posisi melemah.

Berdasarkan persentase, saham emiten perbankan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) menjadi penopang indeks dengan penguatan sebesar 1,44 persen atau 75 poin ke level Rp5.300. 

Adapun, saham BBNI berhasil mengalahkan posisi bertahan emiten perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dengan menjadi emiten yang paling banyak ditransaksikan pada awal perdagangan hari ini. Total transaksi saham BBNI pada awal perdagangan hari ini menyentuh angka Rp139,89 miliar dan nilai jual bersih asing sebesar Rp4,33 miliar.

Untuk diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung Rabu (2/9/2020) kemarin menunjuk Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) Royke Tumilaar untuk menjabat sebagai Direktur Utama BBNI. 

Hal tersebut setidaknya menimbulkan sentimen yang positif hingga akhirnya investor berburu saham bank milik negara tersebut. 

Keperkasaan saham BBNI juga diikuti emiten kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) dengan penguatan sebesar 1,09 persen atau 100 poin ke level Rp9.300.

Di sisi lain, indeks dilemahkan oleh koreksi saham emiten batu bara PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dengan penurunan harga saham sebesar 2,06 persen atau 25 poin ke level Rp1.190 dan saham emiten semen PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. (INTP) dengan pelemahan sebesar 1,42 persen atau 175 poin ke level Rp12.125.  

Berbeda dengan indeks Bisnis-27, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau perlahan bergerak di zona merah pada awal perdagangan hari ini. IHSG terpantau dibuka pada level 5.305, melemah tipis 0,13 persen atau 6,97 poin hingga pukul 09.19 WIB.

Di sisi lain, bursa Asia ternyata bergerak positif pada awal perdagangan hari ini. Indeks Jepang Nikkei 225 terpantau berada pada posisi menguat 1,28 persen sedang indeks Hong Kong Hang Seng juga juga naik 0,14 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper