Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham BBCA Berbalik Melemah, Indeks Bisnis-27 Loyo

Berdasarkan persentase, saham emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengalami penurunan terdalam di antara semua anggota indeks dengan koreksi sebesar 1,14 persen atau 375 poin ke level Rp32.625.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  09:51 WIB
Layar elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Abdurachman
Layar elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 tak mampu melanjutkan tren penguatannya pada pembukaan perdagangan Jumat (28/8/2020), setelah ditutup parkir di zona hijau pada perdagangan hari sebelumnya.

Setelah dibuka pada level 490,766, indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut dibuka tergelincir 0,05 persen atau 0,24 poin ke level 490,527 hingga pukul 09.17 WIB. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di kisaran 489,382 hingga 491,466.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sebelumnya, Kamis (27/8/2020), indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,81 persen atau 3,97 poin ke level 490,77.

Dari 27 anggota konstituen indeks, 17 emiten terpantau menguat, 4 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 6 emiten lain berada dalam posisi melemah.

Berdasarkan persentase, saham emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengalami penurunan terdalam di antara semua anggota indeks dengan koreksi sebesar 1,14 persen atau 375 poin ke level Rp32.625.

Padahal, kemarin saham BBCA mengalami penguatan signifikan 4,1 persen ke level tertingginya selama tiga bulan terakhir yakni Rp33.000.

Pelemahan saham BBCA juga diikuti emiten kertas PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP) dengan penurunan sebesar 0,27 persen atau 25 poin ke level Rp9.350.

Adapun, saham emiten milik negara PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang juga terpantau melemah ternyata paling banyak ditransaksikan pada awal perdagangan hari ini. Saham TLKM terpantau sudah ditransaksikan sebesar Rp96,96 miliar dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp58,62 miliar.

Di sisi lain, indeks ditopang oleh penguatan saham emiten batu bara PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dengan kenaikan sebesar 1,78 persen atau 20 poin ke level Rp1.145 dan emiten unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan kenaikan harga saham sebesar 1,6 persen atau 100 poin ke level Rp6.325.

Sejalan dengan indeks Bisnis-27, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak di zona merah pada awal perdagangan hari ini. IHSG terpantau dibuka pada level 5.369,499, terkoreksi tipis 0,04 persen atau 1,973 poin hingga pukul 09.34 WIB.

Di sisi lain, bursa Asia juga ternyata bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini. Indeks Jepang Nikkei 225 terpantau berada pada posisi menguat 0,36 persen sedang indeks Hong Kong Hang Seng juga menguat 0,53 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI bca rekomendasi saham indeks bisnis27
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top