Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tambah Produksi, Kapuas Prima (ZINC) Bangun Dua Smelter

ZINC tengah menggarap proyek smelter pemurnian di Pangkalan Bun yang ditargetkan beroperasi awal 2021 untuk smelter timbal dan pada awal 2022 untuk smelter seng.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  13:19 WIB
Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id
Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan logam, PT Kapuas Prima Coal Tbk., berkomitmen mengembangkan smelter timbal dan seng untuk menambah kapasitas produksi.

Direktur Kapuas Prima Coal Hendra Susanto Wiliam mengatakan perseroan terus berkomitmen untuk keberlanjutan usaha dalam pembangunan smelter timbal dan seng.

Hal ini guna memberi nilai tambah bagi produk-produk mineral perseroan, sekaligus mendukung program hilirisasi yang tengah dipacu oleh pemerintah.

Saat ini, ZINC tengah menggarap proyek smelter pemurnian di Pangkalan Bun yang ditargetkan beroperasi awal 2021 untuk smelter timbal dan pada awal 2022 untuk smelter seng.

Smelter konsentrat timbal tersebut nantinya akan memproduksi maksimal 40.000 ton konsentrat per tahun untuk memproduksi 20.000 ton metal timbal per tahun, sedangkan smelter seng akan memiliki kapasitas produksi 30.000 ton ingot per tahun.

Untuk mendukung target tersebut, ZINC juga telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan PLN sebesar 2,5 MW pada medio Agustus untuk menjamin pengoperasian smelter timbal.

“Sementara itu, untuk smelter seng dengan daya sebesar 35 MW masih dalam pembahasan tahap berikutnya dengan pihak PLN,” papar Hendra dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2020).

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap kinerja keuangan perseroan pada semester I/2020 yang tidak begitu impresif.

ZINC mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 30,3 persen menjadi sebesar Rp301,4 miliar dibandingkan dengan Rp432,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp41,9 miliar.

Hendra menjelaskan penurunan kinerja itu disebabkan oleh menurunnya harga komoditas terkait dan terbatasnya penjualan yang dilakukan menyusul kebijakan lockdown yang dilakukan di hampir seluruh dunia.

“Oleh karena itu, untuk membantu perbaikan kinerja perseroan, kami juga berusaha melakukan efisiensi dengan mengurangi berbagai pengeluaran dan beban,” ujar Hendra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter emiten logam kapuas prima coal
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top