Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Naik 80 Persen dalam Sebulan, Ada Apa dengan Saham PCAR?

Pada awal Juli lalu, PCAR terparkir di level terendah Rp186 per saham kemudian meroket hingga Rp440 per saham pada penutupan perdagangan kemarin.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  16:37 WIB
Manajemen PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. menyampaikan penjelasan soal kinerja dan laju saham perseroan di BEI, Rabu (15/1/2020). - Bisnis - Pandu Gumilar
Manajemen PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. menyampaikan penjelasan soal kinerja dan laju saham perseroan di BEI, Rabu (15/1/2020). - Bisnis - Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA – Laju saham  PT Prima Cakrawala Abadi Tbk. bangkit dari mati suri karena naik secara signifikan. Sebanyak 25 saham Prima Cakrawala Abadi tercatat dimiliki PT Asabri.

Berdasarkan data Bloomberg harga saham emiten berkode saham PCAR itu meroket hingga 80,37 persen dalam sebulan terakhir. Pada awal Juli lalu, PCAR terparkir di level terendah Rp186 per saham lalu meroket hingga Rp440 per saham.

Adapun pada perdagangan kemarin (3/8/2020), saham PCAR terparkir di level Rp386. Turun 6,76 persen. Pada penutupan perdagangan hari ini, saham PCAR stagnan dan tidak ada transaksi saham sekali.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham PCAR berada di level tertinggi pada 28 Desember 2018. Saat itu harga PCAR menembus 5.350. Emiten makanan olahan ini resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 29 Desember 2017 dengan harga saham 150. 

Dengan kata lain, dalam satu tahun sejak IPO, harga saham PCAR sudah meroket berpuluh kali lipat. Sejak mencapai puncak tertinggi, saham PCAR perlahan merosot hingga ke level 200 pada 14 Juli 2020. Selama tahun berjalan saham PCAR telah terkoreksi 64,91 persen.

Direktur Utama Prima Cakrawala Abadi Raditya Wardhana mengatakan tidak mengetahui penyebab kenaikan harga saham perseroan secara signifikan. Pasalnya, perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam 3 bulan terakhir yang dapat mempengaruhi harga saham.

“Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat termasuk rencana korporasi yang berakibat pada harga saham,” katanya dalam keterangan resmi pada Selasa 94/8/2020).

Sebagai informasi, pada semester I/2020 PCAR membukukan pendapatan Rp23,40 miliar. Akan tetapi, emiten pengolah rajungan itu mencatatkan kerugian hingga Rp9,65 miliar.

PCAR merupakan portofolio yang dimiliki oleh PT Jiwasraya dan PT Asabri. Saat ini Jiwasraya tidak lagi menjadi pemilik saham mayoritas. Namun, Asabri masih memiliki 25,13 persen saham PCAR.

Berdasarkan catatan Bisnis, Direktur Utama Prima Cakrawala Abadi Raditya Wardhana menegaskan tidak memiliki hubungan personal dengan Benny Tjokrosaputro yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Selain itu, perseroan juga tidak mengetahui alasan PT Jiwasraya dan PT Asabri mengoleksi saham PCAR dalam jumlah besar.

“Saya tidak memahami [alasan] kedua perusahaan memiliki saham di kami. Semua yang terjadi market [di luar kendali], kami fokus mengurusi operasional,” katanya dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (15/1/2020)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asabri Jiwasraya transaksi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top