Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Telkom Bakal Ketiban Untung dari Buka Akses Netflix, Ini Alasannya!

Keputusan membuka blokir akses Netflik diyakini dapat membawa manfaat lebih bagi Grup Telkom.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  14:00 WIB
Netflix. Bloomberg
Netflix. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—Keputusan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. untuk membuka blokir akses terhadap layanan video on demand (VOD) Netflix dinilai bakal banyak menguntungkan emiten telekomunikasi pelat merah tersebut.

Seperti diketahui, setelah menutup akses Netflix selama 4 tahun terakhir, akhirnya Telkom membuka blokirnya secara bertahap per Selasa (7/7/2020) sehingga pelanggan Telkomsel, Indihome, dan wifi.id kini dapat menikmati konten VOD asal Amerika Serikat itu.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra mengatakan keputusan itu bakal menguntungkan kedua pihak, mengingat Telkom Group merupakan operator telko terbesar di Indonesia dan Netflix adalah penyedia layanan streaming terbesar yang beroperasi di Tanah Air.

“Namun, kami menilai Telkom bakal mendapatkan manfaat lebih banyak dari keputusan ini,” ujarnya dalam riset yang diterima Bisnis, Rabu (8/7/2020)

Etta mengatakan Telkom dapat mengumpulkan pendapatan dari bisnis enterprise misalnya dengan kolokasi server serta biaya bandwith yang mana jaringan lokal dibandingkan dengan jaringan internasional. 

Sementara dari sisi pelanggan, juga akan mendapatkan insentif untuk berlangganan layanan fixed broadband Telkom yakni Indihome, mengingat Netflix memiliki fitur unduhan untuk menikmati kontennya, yang dinilai lebih murah dibandingkan streaming langsung.

Di sisi lain, Telkom memiliki peluang untuk mengembangkan produk baru termasuk paket keluarga, sejalan dengan paket-paket yang telah dimiliki Netflix seperti paket khusus ponsel, paket basic, serta paket premium.

“Berdasarkan pengalaman kami, pengalaman menonton Netflix paling optimal adalah melalui layar besar (tv) sedangkan Telkom Group belum memasukan aplikasi Netflix ke dalam set-top box mereka,” tutur Etta.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat untuk menonton melalui layar besar akan meningkat, apalagi dalam beberapa waktu belakangan, harga televisi pintar (Smart TV) Android semakin terjangkau.

“Kemitraan baru bakal membuka peluang untuk menjual paket bundling baru, yang bisa lebih murah daripada membelinya secara terpisah,” imbuh Etta.

Dia mencontohkan saat ini Indihome memiliki paket Streamix dengan harga Rp320.000 per bulan untuk kecepatan internet 10 Mbps dan 92 saluran tv. Paket tersebut dapat dimodifikasi menjadi paket bundling dengan layanan Netflix. 

Selain itu, dia menuturkan paket-paket serupa, termasuk paket keluarga, telah banyak diadopsi di pasar global, seperti Maxis asal Malaysia yang menawarkan layanan fiber optic, layanan seluler, dan perangkat gratis. 

“Kami melihat cepat atau lambat ini dapat diterapkan di Indonesia, terutama setelah konsolidasi post-network,” tukasnya.

Etta mempertahankan rekomendasi “beli” untuk TLKM dengan harga wajar Rp4.950 per saham, naik 58,7 persen. Pasalnya, kemitraan baru Telkom Group dengan Netflix dinilai bakal menghasilkan dampak psoitif untuk perusahaan pelat merah tersebut.

“Kami mempertahankan target EV/EBITDA kami menjadi 6,3x (+0,5 stdev), sehingga nilai wajarnya adalah Rp4,950, dengan 52,3 persen upside,” tutup Etta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom tlkm Netflix
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top