Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sisa 4 Hari, Penjualan ORI017 Capai Rp11,79 Triliun 

Pemerintah menawarkan obligasi ritel Indonesia seri 17 atau ORI017 berkupon 6,40 persen sejak 15 Juni dan akan berakhir pada 9 Juli 2020 dengan target emisi Rp15 triliun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  17:08 WIB
Instrumen Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI017 ditawarkan pemerintah dengan kupon 6,4 persen. Penjualan instrumen buatan pemerintah itu mendekati target yang ditetapkan pemerintah yakni Rp15 triliun. Bisnis - Abdullah Azzam
Instrumen Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI017 ditawarkan pemerintah dengan kupon 6,4 persen. Penjualan instrumen buatan pemerintah itu mendekati target yang ditetapkan pemerintah yakni Rp15 triliun. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan instrumen obligasi negara Indonesia (ORI) seri ORI017 mencapai Rp11,79 triliun dengan sisa masa penawaran 4 hari.

Dikutip dari laman Investree, Minggu (5/7/2020), penawaran ORI017 telah berjalan sejak tanggal 15 Juni dan berakhir pada 9 Juli 2020. Adapun, realisasi penjualan ORI telah menyentuh 78 persen dari target yang ditetapkan di situs tersebut yakni Rp15 triliun.

Pemerintah menawarkan kupon tetap 6,40 persen per tahun melalui ORI017. Kupon tersebut lebih rendah dibandingkan  dengan beberapa seri sebelumnya yakni. Sebagai catatan, tingkat kupon yang ditawarkan oleh ORI beragam, yakni  ORI015 sebesar 8,25 persen dan ORI016 sebesar 6,80 persen, lebih tinggi dari seri ORI014 dengan 5,85 persen.

ORI017 jatuh tempo pada 15 Juli 2023. Minimum pemesanan senilai Rp1 juta dan maksium Rp3 miliar. Instrumen itu memiliki holding period selama dua periode pembayaran kupon. Artinya, ORI017 baru dapat dipindahbukukan pada 15 September 2020.

Investor menikmati kupon pada tanggal 15 setiap bulannya. Pembayaran kupon pertama dilakukan 15 Agustus 2020. Adapun, penetapan hasil penjualan akan dilakukan pada 13 Juli 2020 dan setelmen akan dilakukan pada 15 Juli 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, tiga penerbitan ORI sebelumnya memiliki tenor 3 tahun. ORI014 misalnya, ditawarkan pada Oktober 2017 dan jatuh tempo pada Oktober 2020.

Selanjutnya, ORI015 ditawarkan pada Oktober 2018 dan jatuh tempo pada Oktober 2021. Terakhir, ORI016 ditawarkan pada Oktober 2019 dan jatuh tempo pada Oktober 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbn ori obligasi negara ritel
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top