Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Faktor Topang Harga Emas, Ini Proyeksi Laju Harganya

Pada perdagangan Rabu (1/7/2020) pukul 12.48 WIB, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 0,08 persen menjadi US$1.801,9 per troy ounce.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  13:07 WIB
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. - Carla Gottgens / Bloomberg
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. - Carla Gottgens / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas berjangka menembus US$1.800 per troy ounce untuk pertama kalinya dalam lebih dari delapan tahun karena suku bunga rendah dan kebangkitan dalam kasus corona mendorong permintaan aset safe haven.

Pada perdagangan Rabu (1/7/2020) pukul 12.48 WIB, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 0,08 persen menjadi US$1.801,9 per troy ounce. Adapun, emas spot naik 0,19 persen menuju US$1.784,30 per troy ounce.

Dikutip dari Bloomberg, emas kontrak Agustus naik sebanyak 1,3 persen menjadi US$1.804 per troy ounce pada Selasa di Comex, New York, tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak November 2011. Logam ini mencatat kuartal terbaik dalam empat tahun.

"Harga emas mampu mempertahankan kenaikan pada hari Rabu (1/7/2020) karena didukung oleh kombinasi kuat dari suku bunga rendah, stimulus moneter dan fiskal global yang sedang berlangsung, dan ketidakpastian pemulihan ekonomi akibat Covid-19," papar Monex Investindo Futures dalam laporannya, Rabu (1/7/2020).

Mengutip Bloomberg, dengan kasus corona mencapai 10 juta dan masih terus bertambah, investor lari ke emas untuk pengamanan aset terhadap kejatuhan ekonomi lebih lanjut. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada Kongres Selasa bahwa mengendalikan virus sangat penting.

Gejolak dalam gesekan perdagangan AS dan Cina juga memberikan dukungan pada harga emas, sehingga sejumlah lembaga termasuk Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan kenaikan harga emas lebih lanjut.

"Ada "ledakan" dalam permintaan untuk emas. Masalah virus, inflasi, dan fakta bahwa harga naik hampir 20 persen tahun ini mendorong peningkatan logam lebih lanjut," kata Peter Thomas, wakil presiden senior di broker Zaner Group yang berbasis di Chicago.

Secara teknikal, Monex memprediksi harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resistan di US$1.786. Penembusan level resistan tersebut berpeluang menopang kenaikan harga emas menguji level resistan selanjutnya di US$1.789 - US$1.792.

Namun, bila melemah harga emas berpeluang menguji level support US$1.778. Pelemahan lebih lanjut dari level tersebut berpotensi menekan harga emas menguji level support selanjutnya di US$1.775 dan US$1.772.

Resistan : 1786, 1789, 1792
Support : 1778, 1775, 1772

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini dolar as
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top