Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 22 Juni 2020

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan sulit menembus level 5.000. IHSG bakal melaju melewati level psikologis jika terdapat sentimen yang memicu ekspektasi bahwa perekonomian akan pulih.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  15:11 WIB
Pengunjung berada didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berada didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertus berfluktuasi hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (22/6/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG menguat 0,02 persen atau 0,93 poin ke level 4.943,21 pada akhir sesi I, setelah sempat berfluktuasi dalam kisaran kisaran 4.937,51-4.957,67. Pada perdagangan Jumat (19/6/2020), IHSG ditutup di level 4.942,27 dengan penguatan sebesar 0,35 persen atau 17,03 poin.

Indeks sebelumnya sempat dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,26 persen atau 13,04 poin ke level 4.955,31. Tercatat 180 saham menguat, 201 saham melemah, dan 154 saham stagnan.

Sebanyak 4 dari 9 sektor dalam IHSG bergerak negatif, dipimpin sektor infrastruktur yang melemah 0,86 persen. Adapun sektor pertanian memimpin penguatan dengan apresiasi 2,54 persen.

Hingga akhir sesi I, volume perdagangan saham IHSG mencapai 3,29 miliar lembar saham, dengan nilai mencapai Rp2,68 triliun. Sementara itu, investor asing mencatat net sell senilai Rp16,63 miliar.

Sementara itu, pergerakan bursa saham di Asia bervariatif. Indeks Topix dan Nikkei 225 menguat masing-masing 0,21 persen dan 0,33 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite menguat 0,28 persen. Di sisi lain, indeks Hang Seng melemah 0,32 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melemah0,41 persen siang ini.

Sebelumnya, Indosurya Bersinar Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di rentang 4.837 s.d 5.021 pada perdagangan hari ini, Senin (22/6/2020).

Direktur Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG  masih berada dalam rentang gerak yang cukup terbatas. Dia menambahkan, peluang pelemahan IHSG cukup besar yang mana fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas akan membayangi pergerakan IHSG. 

Namun kondisi perekonomian Indonesia yang stabil dinilai bisa menjadi alasan bagi para investor untuk akumulasi pembelian jika terjadi koreksi wajar dengan target jangka pendek.

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi,” ujarnya dalam laporan riset harian, Senin (22/6/2020).

Pada perdagangan hari ini, Indosurya merekomendasikan delapan saham yang sebagian besar berasal dari sektor ritel dan konsumer. Kedelapan saham yang menjadi rekomendasi adalah sebagai berikut :

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF)
  • PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF)
  • PT Ace Hardware Tbk. (ACES)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
  • PT Astra International Tbk. (ASII)
  • PT AKR Corporindo Tbk. (AKR)
  • PT Gudang Garam Tbk. (GGRM)

Sementara itu, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memperkirakan pergerakan IHSG pada pekan ini akan cenderung landai dan mencoba menembus level 5.000.

"Jadi sebetulnya faktor pendorong untuk menembus level itu sampai saat ini belum ada. Pelaku pasar hanya didorong oleh ekspektasi dan harapan ekonomi akan membaik," katanya kepada Bisnis, Jumat (19/6/2020).

Nico menyebut, pemotongan suku bunga acuan Bank Indonesia pada pekan lalu sebesar 25 basis poin belum tentu akan menjadi vitamin bagi pergerakan  IHSG. Menurutnya, kebijakan itu harus diikuti oleh sektor perbankan yang menurunkan suku bunga kredit.

Oleh sebab itu dia berharap Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan atau Bursa Efek Indonesia memberikan langkah agresif untuk mendongkrak laju IHSG stabil di 5.000.

"Beberapa bank masih menerapkan suku bunga kredit dengan tingkat 2 digit. Selain itu, kami juga menunggu bauran kebijakan lainnya di luar pemangkasan suku bunga dan fiskal," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top