Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal I/2020, Pendapatan Delta Dunia Makmur (DOID) Turun 9 Persen

Dari sisi pendapatan, DOID mencatatkan penurunan sebesar 9,39% menjadi US$193,82 juta pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan perolehan US$213,91 juta pada kuartal I/2019.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  15:35 WIB
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID). - deltadunia.com
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID). - deltadunia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor pertambangan, PT Delta Dunia Makmur Tbk.,membukukan kerugian selama periode tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2020, emiten bersandi saham DOID ini mencatatkan rugi neto yang dapat diatribusikan kepada pemillik entitas induk senilai US$22,69 juta berbalik posisi laba senilai US$1,36 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pendapatan, DOID mencatatkan penurunan sebesar 9,39% menjadi US$193,82 juta pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan perolehan US$213,91 juta pada kuartal I/2019.

Walaupun beban usaha dan beban keuangan tercatat turun tipis, beban lain-lain perseroan membengkak menjadi US$30,62 juta dari sebelumnya US$343,75 ribu.

Sementara itu EBITDA tercatat senilai US$62,98 juta atau naik 17,5% dari posisi US$53,60 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun EBITDA terhadap pendapatan memiliki porsi 32% pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan 27% pada akhir 2019.

Dari sisi aset, perseroan menjaga nilai aset lancar dan tidak lancar senilai US$1,11 miliar, turun 5,93% dibandingkan posisi pada akhir 2019 senilai US$1,18 miliar.

Selanjutnya, jumlah liabilitas ditekan menjadi US$860,42 juta dari posisi US$901,34 juta pada akhir 2019.

Sebelumnya, DOID menyampaikan realisasi volume pengupasan lapisan penutup atau overburden removal batu bara turun 11 persen pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

Head of Investor Relations Delta Dunia Makmur Regina Korompis mengatakan bahwa realisasi volume pengupasan mencapai 32 juta bank cubic meter (bcm) pada Maret 2020. Dengan demikian, pada kuartal pertama tahun ini volume OB perseroan tercatat sebesar 87,3 juta bcm, atau turun 11 persen secara tahunan.

Adapun,  perseroan telah membukukan volume produksi batu bara sebesar 4,5 juta ton pada Maret 2020, sehingga volume produksi sepanjang kuartal pertama tahun ini sebesar 12 juta ton atau turun tipis 1 persen secara tahunan.

Di sisi lain, DOID memperkirakan dalam beberapa bulan mendatang volume produksi akan kembali turun seiring dengan penghentian sementara aktivitas tambang dari PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), salah satu konsumen jasa kontraktor pertambangannya, akibat sentimen Covid-19.

Namun, Regina menjelaskan penutupan sementara itu diyakini hanya akan berdampak pada jumlah volume produksi bulanan dan perseroan masih dapat memenuhi target produksi secara tahunan dengan menggenjot produksi di sisa bulan setelah tambang kembali beroperasional.

Regina pun mengatakan bahwa perseroan masih akan mempertahankan target dan panduan yang ditetapkan pada awal tahun ini, kendati mengalami tren kinerja yang menurun di tengah pandemi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, DOID menargetkan volume OB pada tahun ini di kisaran 350-390 juta bcm dengan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) di bawah US$100 juta.

Selain itu, perseroan juga menargetkan pendapatan tahun ini berada di kisaran US$800-US$900 juta dengan EBITDA di kisaran US$320-US$260 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

delta dunia makmur Kinerja Emiten emiten tambang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top