Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Rumor China Batasi Impor Australia, Reli Harga Batu Bara Goyah

Analis Pasar Batu Bara Wood Mackenzie Rory Simington mengatakan bahwa rumor tentang larangan impor batu bara thermal dari Australia ke China telah muncul di pasar pada pekan ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  15:29 WIB
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar batu bara yang baru saja menunjukkan kuda-kudanya untuk pulih dari harga terendahnya sejak 2016, kini mungkin akan diterpa badai sentimen negatif kembali seiring dengan rencana China untuk membatasi impor produk Australia, termasuk batu bara.

Analis Pasar Batu Bara Wood Mackenzie Rory Simington mengatakan bahwa rumor tentang larangan impor batu bara thermal dari Australia ke China telah muncul di pasar pada pekan ini.

Kemungkinan pembatasan pasokan batu bara dari Australia itu muncul setelah Pemerintah China mempertimbangkan untuk menaikkan tarif impor untuk produk Australia termasuk anggur, susu, dan makanan laut.

Pertimbangan tersebut pun muncul sebagai buntut dari ketegangan hubungan kedua negara yang muncul baru-baru ini, setelah Australia menyerukan untuk dilaksanakannya investigasi terhadap asal-usul Covid-19.

“Sebanyak lima utilitas pembangkit listrik utama milik Pemerintah China disebut telah diarahkan untuk berhenti membeli kargo baru batu bara termal Australia mulai 15 Mei,” ujar Simington seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (22/5/2020).

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional atau National Development and Reform Commission China belum memberikan respon apapun terkait rumor pembatasan impor batu bara Australia, produsen batu bara terbesar kelima di dunia.

Menanggapi sentimen tersebut, harga batu bara Newcastle kontrak Juli 2020 berbalik melemah 0,53 persen dan parkir di level US$56,7 per ton pada perdagangan Kamis (21/5/2020).

Padahal, dalam beberapa perdagangan terakhir harga telah reli, sempat menguat sembilan hari perdagangan berturut-turut. Sepanjang tahun berjalan 2020, harga telah terkoreksi 19,46 persen.

Namun, Simington menilai segala pembatasan impor baru tidak akan mungkin berdampak signifikan terhadap harga batu bara dunia. Pasalnya, jauh dari rumor rencana ini impor batu bara thermal ke China telah mengalami banyak pembatasan, kuota, larangan impor dalam beberapa tahun terakhir.

“Dampak aktualnya rencana pembatasan-pembatasan tersebut terhadap harga perdagangan relatif kecil,” papar Simington.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china australia harga batu bara

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top