Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 19 Mei 2020

Pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar, jelang rilis data perekonomian tingkat suku bunga yang disinyalir berada dalam keadaan stabil.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  15:15 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami konsolidasi pada perdagangan Selasa (19/5/2020) seiring dengan penentuan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada akhir perdagangan Senin (18/5/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.511,06 dengan penguatan tipis 0,08 persen atau 3,45 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (15/5/2020), IHSG ditutup di level 4.507,61 dengan penurunan 0,14 persen atau 6,23 poin, koreksi hari perdagangan keempat beruntun.

Indeks sempat menyentuh level 4.525,08 dengan kenaikan 0,39 persen atau 17,47 poin pada awal perdagangan Senin (18/5). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.487,18-4.527,97.

Tercatat 183 saham menguat, 199 saham melemah, dan 165 saham stagnan. Sebanyak 3 dari 10 sektor dalam IHSG menetap di zona hijau, dipimpin oleh sektor infrastruktur dengan penguatan 2,4 persen.

Tujuh sektor lainnya menetap di wilayah negatif, didorong oleh sektor industri dasar yang melemah 1,99 persen dan finansial yang turun 0,71 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan di awal pekan ini pelaku pasar masih wait and see, sebab mereka menunggu sejumlah data baru terkait ekonomi khususnya di dalam negeri.

Menurutnya, beberapa data yang ditunggu antara lain data penjualan sepeda motor serta data indeks keyakinan bisnis Q1/2020, yang mana keduanya diproyeksikan terkontraksi atau mengalami penurunan.

“Selain itu pasar menantikan RDG [Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia] dalam rangka menetapkan BI 7-Day Repo Rate,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (18/7/2020)

Di saat yang sama, tambah Nafan, dari pasar global belum ada data makroekonomi yang memberikan high positive market impact, sehingga indeks cenderung naik turun.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar, jelang rilis data perekonomian tingkat suku bunga yang disinyalir berada dalam keadaan stabil.

Namun, capital outflow yang masih tercatat sepanjang 2020 juga turut memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi dalam rentang 4.287 - 4.648.

Sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor adalah PWON, TLKM, GGRM, ASII, SMGR, HMSP, EXCL, AALI.

Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG rebound di level lower bollinger bands dan support fractal. Indikator stokastik mulai terlihat menjenuh di area oversold.

“Secara teknikal IHSG berpeluang bergerak menguat atau rebound dengan support 4.500–4660,” tulisnya melalui riset harian yang dikutip, Selasa (19/5/2020).

Adapun, Reliance Sekuritas merekomendasikan saham-saham yang masih dapat dicermati pada perdagangan, Selasa (19/5/2020), yakni BBRI, TLKM ,TWOR, BRPT, BSDE, ACES, ASII, dan HRUM.

Di lain pihak, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki kisaran level 4.443,63 hingga 4.318,10. Sementara itu, resistan pertama maupun kedua memiliki rentang pada 4.569,16 hingga 4.747,88.

Nafan menyebut berdasarkan indikator MACD berada di area negatif. Kendati demikian, stokastik sudah menunjukkan oversold.

“Di sisi lain, terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke level resistan terdekat,” ujarnya melalui riset.

Binaartha Sekuritas merekomendasikan saham-saham yang dapat menjadi pertimbangan, Selasa (19/5/2020), yakni AKRA, GMFI, ICBP, LPCK, SRIL, dan UNTR.

Institution Research Team MNC Sekuritas menjelaskan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,1 persen ke level 4.511 pada perdagangan, Senin (18/5/2020). Posisi indeks saat ini sedang berada di wave 3 dari wave [C].

“IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan target 4.150–4.300 terlebih jika menembus support 4.393–4.441,” tulis Institution Research Team MNC Sekuritas dalam riset, Selasa (19/5/2020).

IHSG diprediksi sudah berada di akhir wave (b) dari wave [b] apabila ternyata menguat ke atas 4.660. Dengan demikian, indeks berpeluang untuk menguat menuju area 4.720—4.870.

Institution Research Team MNC Sekuritas memprediksi indeks akan bergerak dengan level support 4.480 dan 4.393. Sementara itu, resistance berada di level 4.550 dan 4.726.

Adapun, rekomendasi Institution Research Team MNC Sekuritas untuk perdagangan, Selasa (19/5/2020), sebagai berikut:

ASII - Buy on Weakness (BOW)
ASII diperperkirakan saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave C. Dengan demikian, diperkirakan pergerakan berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
BOW: Rp3.740-Rp3.840
Target Price (TP): Rp4.150, Rp4.600
Stoploss: di bawah Rp3.530

BBRI- BOW
BBRI diperkirakan saat ini BBRI sudah berada di akhir wave iii dari wave (c) dari wave [v], yang berarti koreksi sudah cenderung terbatas dan berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk membentuk wave iv.
BOW: Rp2.130-Rp2.170
TP: Rp2.350, Rp2.500
Stoploss: di bawah Rp2.080


PGAS - BOW
PGAS diperkirakan sedang berada di awal wave (iii) dari wave [c] dari wave 4. Hal ini berarti masih berpeluang untuk menguat kembali untuk membentuk wave [c] dari wave 4.
BOW: Rp810-Rp825
TP: Rp1.050, Rp1.240
Stoploss: di bawah Rp730

TLKM - Sell on Strength
Pergerakan TLKM merupakan bagian akhir dari wave (b) dari wave [y] dari wave B. Penguatan sudah cenderung terbatas dan rentan terkoreksi untuk membentuk wave (c) dari wave [y] dari wave B. Adapun level koreksi terdekat TLKM berada pada area Rp3.030 dan idealnya di range Rp2.850-Rp2.920. Level tersebut juga dapat dijadikan sebagai level buyback.
Sell on Strength: Rp3.240-Rp3.340

Simak pergerakan IHSG hari ini secara live.

15:03 WIB

Pukul 15.00 WIB: IHSG Ditutup Menguat 0,83 Persen pada Akhir Perdagangan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,83 persen atau 37,60 poin ke level 4.548,66 pada akhir perdagangan hari ini.

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 4.519,51-4.609,04.

14:34 WIB

Pukul 14.33 WIB: IHSG Menguat 1,02 Persen Jelang Akhir Perdagangan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1,02 persen atau 46,05 poin ke level 4.557,11 menjelang akhir perdagangan hari ini.

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 4.519,51-4.609,04.

13:34 WIB

Pukul 13.34 WIB: Awal Sesi II, IHSG Menguat Tajam 1,89 Persen

Pergerakan IHSG menguat tajam 1,89 persen atau 85,25 poin ke level 4.596,31 pada awal sesi II perdagangan hari ini.

11:34 WIB

IHSG Sesi I menguat 1,82 Persen

IHSG Sesi I menguat 1,82 persen atau 82,23 poin menjadi 4.593,29.

11:04 WIB

Pukul 11.04 WIB: Jelang Akhir Sesi I, IHSG Melonjak 2,03 Persen

Pergerakan IHSG melonjak 2,03 persen atau 91,44 poin ke level 4.602,5 menjelang akhir sesi I perdagangan hari ini.

10:00 WIB

Pukul 10.01 WIB: IHSG Melonjak 2,07 Persen

Pergerakan IHSG lanjut melonjak 2,07 persen atau 93,62 poin ke level 4.604,68 pada perdagangan pagi ini.

09:01 WIB

Pukul 9.01 WIB: IHSG Melonjak 1,72 Persen

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melonjak 1,72 persen atau 77,66 poin ke level 4.588,71 pada awal perdagangan hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top