Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berikut Saran Bahana TCW untuk Investasi di Tengah Pandemi Covid-19

Masih ada kekhawatiran investor yang ingin berinvestasi di tengah pandemi Covid-19, meski aktivitas ekonomi mulai berangsur bergerak dan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan direlaksasi.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  19:59 WIB
Ilustrasi investasi - Istimewa
Ilustrasi investasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) menyarankan para investor untuk berinvestasi pada produk yang lebih konservatif selama pandemi Covid-19. Hal itu bertujuan menghindari fluktuasi sambil menunggu kondisi pasar yang lebih kondusif.

Edward Lubis, Presiden Direktur Bahana TCW, mengatakan bahwa masih ada kekhawatiran investor yang ingin berinvestasi di tengah pandemi Covid-19, meski aktivitas ekonomi mulai berangsur bergerak dan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan direlaksasi.

Apalagi kondisi ekonomi domestik dan internasional masih belum stabil dan berpengaruh kepada pasar finansial Indonesia, sehingga investor cemas memilih investasi yang aman dan nyaman.

Untuk itu, Bahana TCW menyarankan para investor berinvestasi pada produk-produk yang lebih konservatif agar dapat menghindari fluktuasi hingga menunggu kondisi pasar yang lebih kondusif.

“Investor bisa memilih investasi di produk reksa dana pasar uang yang pergerakannya lebih stabil dan masih tetap tumbuh positif selama pandemi. Reksa dana pasar uang juga bisa dijadikan alternatif untuk dana darurat,” ujarnya di Jakarta.

Selain reksa dana pasar uang, Edward menyebut, reksa dana pendapatan tetap juga dapat menjadi pilihan, sehingga investor dapat mulai mengalokasikan investasinya secara perlahan. Alasannya, obligasi berpotensi kembali membaik setelah tekanan jual dari investor asing.

Bahana TCW sendiri memiliki produk unggulan reksa dana pasar uang dengan kelebihan berupa Bahana Dana Likuid yang memiliki total dana kelolaan (AUM) sebesar Rp3,46 triliun, dan imbal hasil sebesar 5,6% dalam setahun terakhir.

Adapun untuk reksa dana pasar uang syariah, Bahana TCW menyarankan Bahana Likuid Syariah dengan imbal hasil 5,6% selama satu tahun, dan AUM Rp194 miliar.

Kemudian Bahana juga memiliki Bahana Asian Bond Fund IBI untuk reksa dana pendapatan tetap yang menjadi cerminan dari Indeks pasar obligasi dengan imbal hasil 9% dalam satu tahun terakhir, dengan total dana kelolaan Rp3,6 triliun.

Bagi investor yang melirik pasar saham, Edward belum menyarankan untuk investasi secara langsung dan dalam jumlah besar karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sangat fluktuatif terhadap kondisi market.

Namun, investor dapat melakukan investasi secara konsisten dan disiplin dengan masuk perlahan jika menginginkan akumulasi jangka panjang.

“Bahana Primavera 99 menjadi produk reksa dana saham unggulan dari Bahana TCW. Primavera 99 merupakan kombinasi dari 27 saham berkapitalisasi besar, sehingga lebih likuid dan lebih stabil,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top