Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditunjang Bisnis Hotel, Pendapatan Intikeramik (IKAI) Melesat

Intikeramik memiliki tiga hotel, tersebar di Bogor, Jakarta, dan Medan
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  10:04 WIB
Hotel Saka Medan. Hotel yang memiliki kapasitas 108 kamar ini adalah satu dari tiga hotel yang dimiliki oleh PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI). - Intikeramik
Hotel Saka Medan. Hotel yang memiliki kapasitas 108 kamar ini adalah satu dari tiga hotel yang dimiliki oleh PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI). - Intikeramik

Bisnis.com, JAKARTA - PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) mencetak lonjakan pendapatan sepanjang 2019, ditunjang bisnis perhotelan yang baru diakuisisi pada 2018.

Pendapatan Intikeramik pada tahun lalu mencapai Rp84,5 miliar, tumbuh 650 persen secara tahunan. Laba kotor perseroan juga tercatat naik Rp5,74 miliar ke posisi Rp61,9 miliar. Namun, tahun lalu emiten bersandi saham IKAI itu menderita kerugian Rp71,72 miliar, berbalik dari keuntungan Rp71,28 miliar pada 2018.

Berdasarkan keterangan resmi yang dilansir Intikeramik, Senin (4/5/2020), bisnis perhotelan menyumbang 96 persen terhadap total pendapatan. Bisnis perhotelan terbilang moncer karena tingkat penghunian kamar atau okupansi tercatat rata-rata 70 persen di seluruh jaringan hotel perseroan.

Hingga saat ini, Emiten bersandi saham IKAI itu  mengoperasikan tiga hotel, yaitu Swiss-Belhotel Bogor, Swiss-Belinn Gajah Mada Medan, dan Hotel Saka Medan. Ketiga hotel ini diakuisisi oleh perseroan pada tahun 2018. 

"Langkah strategis ini diambil oleh manajemen Perusahaan untuk melakukan diversifikasi usaha dengan menambah lini bisnis yang berbeda, untuk mengurangi risiko usaha dalam menopang pertumbuhan perseroan," tulis manajemen IKAI.

Selain perhotelan, IKAI  melalui anak usahanya PT Internusa Keramik Alamasri mencatat pendapatan Rp3,36 miliar pada 2019, lebih rendah dibandingkan dengan 2018 sebanyak Rp4,57 miliar. Produsen ubin merek "Essenza" itu mencetak penjualan yang lebih rendah karena perseroan lebih fokus melakukan peremajaan mesin produksi.

Peremajaan dilakukan guna memaksimalkan kapasitas produksi secara bertahap sebesar 1,2 juta meter persegi per tahun. Adapun peningkatan kapasitas diharapkan bisa  mencapai kapasitas penuh sebesar 6,2 juta meter persegi setiap tahunnya. 

Di bisnis keramik, IKAI juga telah menerapkan sistem otomasi baik dalam produksi keramik dan proses pengemasannya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan efisiensi biaya dan meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang. 

"Inisiatif-inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan penjualan ubin porselen IKAI, sebagai langkah untuk memperkuat kontribusinya dalam jangka panjang," tulis manajemen IKAI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhotelan Kinerja Emiten intikeramik
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top