Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awal Perdagangan Selasa (28/4), IHSG Dibuka Menguat, Bursa Asia Bervariasi

Pada pukul 09.00 WIB, indeks menguat 0,2 persen atau 8,86 poin menuju 4.522. Terpantau 83 saham menguat, 29 saham melemah, dan 90 saham stagnan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 April 2020  |  09:01 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan Selasa (28/4/2020).

Pada pukul 09.00 WIB, indeks menguat 0,2 persen atau 8,86 poin menuju 4.522. Terpantau 83 saham menguat, 29 saham melemah, dan 90 saham stagnan.

Bursa saham bergerak bervariasi di Asia pada hari Selasa (28/4/2020) dan bursa berjangka AS merosot setelah reli sederhana di Wall Street semalam.

Sementara itu, dikutip dari Bloomberg, minyak mentah memperpanjang penurunan tajam sejak awal pekan.

Pasar saham tergelincir di Jepang, tetapi naik lebih tinggi di Hong Kong, dan berfluktuasi di Korea Selatan dan Cina. S&P 500 berjangka mundur setelah indeks ditutup pada level tertinggi sejak 10 Maret.

Harga minyak WTI di New York merosot di bawah US$12 per barel di tengah melimpahnya minyak mentah dan penjualan oleh pengelola dana yang diperdagangkan di bursa minyak terbesar.

Imbal hasil treasury menahan kenaikan Senin dan dolar tetap lebih rendah. Indeks S&P 500 menempel pada rata-rata pergerakan 50 hari

Investor akan mendapatkan banyak data pendapatan dan perkiraan kinerja perusahaan minggu ini, dengan laporan dari Amazon.com Inc., Barclays Plc dan Samsung Electronics Co.

Di sisi lain, Komisi Eropa berencana untuk mengumumkan langkah-langkah bantuan modal pada hari Selasa untuk membantu menjaga pinjaman tetap mengalir.

"Apa yang sangat penting adalah untuk tidak terlalu nyaman dengan laju pasar ekuitas dalam beberapa minggu terakhir," papar George Toubia, direktur investasi utama di Westpac Private Wealth.

Untuk perkembangan virus corona, kasus AS naik pada laju paling lambat bulan ini, sementara negara bagian termasuk Florida dan Ohio mengambil langkah-langkah menuju pelonggaran pembatasan.

Italia melaporkan tingkat infeksi baru terendah dalam tujuh minggu dan bersiap untuk mulai membuka kembali.

Ini sejumlah data utama di pasar pada Selasa (28/4/2020) pagi.

Saham
S&P 500 berjangka turun 0,2 persen pada 10:30 di Tokyo. S&P 500 naik 1,4 persen pada penutupan perdagangan di New York.
Indeks Topix Jepang turun 0,4 persen.
Indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,3 persen.
Indeks Kospi sedikit berubah.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,5 persen.
Shanghai Composite Index naik 0,2 persen.

Mata uang
Yen berada di 107,27 per dolar, setelah naik 0,3 persen.
Yuan sedikit berubah pada 7,0902 per dolar.
Euro diperdagangkan pada $ 1,0834.

Obligasi
Imbal hasil pada obligasi 10-tahun berada di 0,66 persen setelah meningkat enam basis poin pada hari Senin.
Imbal hasil 10-tahun Australia naik sekitar tiga basis poin menjadi 0,94 persen.

Komoditas
Minyak mentah West Texas Intermediate turun 8,4 persen menjadi $ 11,70 per barel setelah anjlok 24 persen pada Senin.
Emas turun 0,5 persen menjadi $ 1,705.25 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top