Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Masih Pantau Kinerja Emiten, Bursa AS Berbalik Melemah Tipis

Bursa saham Amerika Serikat menghapus penguatan di awal perdagangan hari ini, Jumat (24/4/2020), karena investor tengah menimbang sejumlah laporan keuangan terbaru dan upaya untuk membuka kembali ekonomi AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 April 2020  |  21:28 WIB
Suasana di Bursa Amerika Serikat - Reuters
Suasana di Bursa Amerika Serikat - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menghapus penguatan di awal perdagangan hari ini, Jumat (24/4/2020), karena investor tengah menimbang sejumlah laporan keuangan terbaru dan upaya untuk membuka kembali ekonomi AS.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,03persen atau 6,55 poin ke level 23.508,71, sedangkan indeks D&P 500 menguat 0,3 persen ke level 2.806,16 dan indeks Nasdaq melemah 0,25 persen ke level 8.473,48.

Laporan keuangan emiten terus bergulir, dengan Intel Corp bergabung dengan sejumlah emiten yang merevisi proyeksi kinerja setahun penuh. Sementara itu, mMinyak mentah berjangka West Texas Intermediate menguat di atas US$17 per barel di New York.

Di Eropa, para pemimpin negara menandatangani rencana stimulus fiskal senilai 540 miliar euro (US$580 miliar) untuk mengatasi dampak langsung dari virus corona, namun tidak memberikan program pembangunan kembali jangka panjang.

Reli saham global yang dibangun di atas optimisme bahwa tingkat infeksi melambat telah terputus minggu ini di tengah meningkatnya bukti perlambatan ekonomi yang mendalam. Dengan total pengangguran di AS sekarang melebihi 26 juta, investor memfokuskan pada efek lockdown dan akan mempelajari kinerja perusahaan untuk menilai efek dari penurunan kredit konsumen.

American Express Co. mengatakan akan secara agresif mengurangi biaya setelah ketentuan untuk menutupi pinjaman yang naik tiga kali lipat pada kuartal pertama.

"Proyeksi baru-baru ini di pasar global telah menyoroti lemahnya reli penguatan dalam menghadapi memburuknya data ekonomi global dan harga komoditas yang lemah," ungkap Valentin Marinov, analis valas G10 di Credit Agricole CIB, seperti dikutip Bloomberg.

“Namun, langkah-langkah stimulus moneter dan fiskal global baru-baru ini telah menahan kejatuhan lebih lanjut dari aset berisiko," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat bursa saham
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top