Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Covid-19, Begini Strategi Emiten Milik Tahir

Penutupan sementara toko bebas bea telah berdampak signifkan terhadap pendapatan Sona Topas
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 17 April 2020  |  13:32 WIB
Toko bebas bea atau Duty Free Galleria Bali, salah satu toko yang dikelola PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. - sonatopas.co.id
Toko bebas bea atau Duty Free Galleria Bali, salah satu toko yang dikelola PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. - sonatopas.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. bakal melakukan efisiensi di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar di Jabodetabek. Perseroan juga masih menunggu pemulihan aktivitas pariwisata di Bali yang juga berimbas terhadap kinerja perseroan.

Manajemen Sona Topas melansir, penerapan PSBB di Jakarta membuat operasional di kantor pusat terdampak sehingga kegiatan operasional dilakukan dari rumah. 

Di samping itu, gerai perseroan di Denpasar juga ditutup sementara akibat terdampak penyebaran virus corona. Perseroan masih menunggu aktivitas penerbangan dari luar negeri aktif kembali seiring pemulihan pariwisata di Bali.

Manajemen mengakui, pandemi Covid-19 telah berdampak pada penurunan pendapatan perseroan. Untuk itu perseroan melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kinerja.

"Strategi perseroan adalah melakukan efisiensi dalam setiap pengeluaran biaya operasional dan negosiasi kontrak dengan pihak ketiga," tulis manajemen Sona Topas dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (17/4/2020).

Secara toko bebas bea atau duty free yang berlokasi di terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai juga ditutup sementara mulai 15 April 2020. Penyesuaian operasional akan dievaluasi secara berkala setiap pekan. 

"Bilamana indikator bisnis dan keselamatan membaik maka toko Bali International Airport akan dibuka kembali," tulis manajemen.

Untuk diketahui, toko bebas bea merupakan sumber utama pendapatan Sona Topas. Pada 2019, pendapatan dari toko bebas bea mencapai Rp1,52 triliun atau 87 persen terhadap total pendapatan.

Perusahaan yang tergabung dalam Grup Mayapada milik taipan Dato Sri Tahir ini mencetak laba Rp78 miliar pada 2019, turun 36 persen secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten dato sri tahir
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top