Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kresna Securities Kerek Proyeksi Yiels SUN 10 Tahun, Ini Alasannya

Imbal hasil atau yield SUN tenor 10 tahun diproyeksi mencapai 7,2 persen s.d 7,4 persen, naik dari perkiraan semula di angka 6,65 persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  16:20 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com,JAKARTA -  PT Kresna Securities merevisi proyeksi yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia dari 6,65 persen menjadi 7,2–7,4 persen seiring dengan tingginya aliran modal asing keluar atau capital outflow pada semester I/2020.

Dalam riset terbarunya, Senin (30/3/2020), Kresna Securities merevisi sejumlah asumsi makro yang sebelumnya disampaikan dalam proyeksi ekonomi 2020. Pasalnya, perkiraan awal yang disampaikan belum menyertakan faktor penyebaran pandemi Covid-19.

Salah satu revisi yang dilakukan yakni proyeksi yield atau imbal hasil surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia dari 6,65 persen menjadi 7,2—7,4 persen. Adapun, proyeksi itu masih berada di atas rerata konsensus yang memprediksi yield SUN tenor 10 tahun Indonesia berada di level 6,8 persen.

Saat dikonfirmasi Bisnis, Analis Kresna Securities Etta Rusdiana Putra menjelaskan bahwa tekanan capital outflow saat ini membuat yield SUN tenor 10 tahun bergerak di level 7,9 persen. Aliran modal asing keluar menurutnya dipicu volatilitas global yang masih tinggi karena durasi wabah virus corona belum bisa diperhitungkan  karena masih dalam fase akselerasi.

Dengan demikian, dia menyebut capital outflow masih akan deras pada semester I/2020. Pihaknya berharap aliran dana masuk atau inflow kembali menguat seiring dengan meredanya penyebaran COVID-19.

“Diharapkan itu terjadi pada semester II/2020,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

Dari data kepemilikan surat berharga negara (SBN) yang dapat diperdagangkan per 26 Maret 2020, investor asing tercatat memiliki Surat Berharga Negara senilai Rp935,82 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan senilai Rp112,34 triliun dibandingkan dengan posisi di akhir Februari 2020. Saat itu, investor asing masih mencatatkan kepemilikan Rp1.048,16 triliun. 

Adapun, sepanjang tahun 2020, investor asing telah mencatatkan penjualan bersih atau net sell SBN senilai Rp126,04 triliun, seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah mencapai 14,83 persen pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sun
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top