Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PEMBUKAAN PASAR: Dolar dan Minyak Mentah Merosot

Harga minyak West Trade Intermediate anjlok ke bawah US$20 per barrel, sementara yen Jepang naik. Adapun bursa Asia tampak bersiap mengalami penurunan setelah bursa AS menguat tiga hari berturut-turut.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  08:00 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa berjangka Amerika Serikat dan harga minyak mentah merosot setelah pakar wabah menyebut kematian akibat virus corona atau Covid-19 di negara tersebut dapat mencapai 200.000 kasus.

Tercatat, harga minyak West Trade Intermediate anjlok ke bawah US$20 per barrel, sementara yen Jepang naik. Adapun bursa Asia tampak bersiap mengalami penurunan setelah bursa AS menguat tiga hari berturut-turut.

Sepanjang akhir pekan pasar masih melihat perkembangan lebih lanjut dari pandemi ini. Di AS, Presiden Donald Trump memperpanjang guideline penanganan hingga 30 April mendatang.

Sementara di Eropa, angka kematian di Spanyol mencapai tingkat kematian harian tertinggi sejauh ini, sedangkan di Italia angka fatalitas pandemi kembali menurun selama dua hari berturut-turut.

Dolar yang sudah melambung tinggi jatuh ke garis kunci karena sinyal penjualan menguat setelah Australia memberlakukan peraturan yang membatasi perkumpulan sosial di negara itu maksimal dua orang.

Pada saat bersamaan, rand Afrika Selatan tersungkur ke level terendah setelah Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang negara tersebut.

Waktu yang mendekati akhir kuartal pertama juga menambah kegugupan investor pada awal pekan ini karena institusi-institusi keuangan mengekang pinjaman agunan mereka untuk menopang neraca. Di sisi lain, bank-bank Jepang tengah menghadapi akhir tahun fiskal mereka.

Indeks MSCI untuk bursa global tercatat telah turun sekitar 23 persen sepanjang tahun berjalan. Membuat kuartal ini merupakan kuartal terburuk sejak akhir 2008.

Aditya Pugalia, Direktur Penelitian Pasar Keuangan di Emirates NBD PJSC di Dubai mengatakan ketidak pastian tentang seberapa lama dan seberapa dalam efek dari pandemi corona ini akan tetap menjadi perhatian utama investor.

“Fokus minggu ini akan tetap pada berbagai upaya pemerintah untuk memerangi dampak fisik dan ekonomi dari virus corona," ujarnya seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (30/3/2020)

Adapun beberapa kebijakan global paling anyar yange terpantau antara lain langkah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk mengajukan anggaran tambahan dalam waktu 10 hari untuk mendanai paket stimulus ekonomi yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Sementara itu Australia diperkirakan akan mengumumkan lebih banyak insentif pendapatan untuk para pekerja pada hari Senin (30/3/2020) ini.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin berencana membuat program pinjaman usaha kecil dan dijadwalkan berjalan dalam minggu mendatang, sementara pekerja dapat mengharapkan bantuan dari paket stimulus US$2 triliun, yang disahkan DPR dan ditandatangani Trump pada hari Jumat (27/3/2020) lalu.


Berikut ringkasan data pasar
Bursa:
Indeks Berjangka S&P 500 turun 2,2 persen per pukul 7.53 waktu Tokyo, sedangkan bursa S&P 500 turun 3,4 persen pada hari Jumat lalu.
Bursa berjangka Nikkei 225 Jepang turun 1,1 persen.
Indeks Hang Seng turun 1,8 persen pada hari Jumat.
Indeks berjangka Indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,1 persen pada hari Jumat.

Mata uang:
Yen naik 0,3 persen menjadi 107,66 per dolar.
Yuan lepas pantai stabil di 7,0937 per dolar.
Rand kehilangan sekitar 2,2 persen menjadi 18,01 per dolar.
Aussie tergelincir 0,6 persen menjadi 61,33 sen AS.

Obligasi:
Imbal hasil pada obligasi bertenor 10 tahun turun 17 basis poin menjadi 0,68 persen pada hari Jumat.

Komoditas:
Minyak mentah West Texas Intermediate turun 5,7 persen menjadi US$20,29 per barel.
Emas turun 0,1 persen menjadi US$1,626 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal bursa aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top