Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produsen Indomie (ICBP) Catatkan Pertumbuhan Laba 10 Persen

Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2019 yang diterbitkan di harian Bisnis Indonesia, perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar Rp42,30 triliun, naik 10,11 persen dibanding periode tahun sebelumnya sebesar Rp38,41 triliun.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  07:46 WIB
Indomie - Ilustrasi/indofood.com
Indomie - Ilustrasi/indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten barang konsumsi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. berhasil membukukan kinerja yang cemerlang dari sisi pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2019.

Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2019 yang diterbitkan di harian Bisnis Indonesia, perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar Rp42,30 triliun, naik 10,11 persen dibanding periode tahun sebelumnya sebesar Rp38,41 triliun.

Emiten berkode saham ICBP tersebut juga membukukan kenaikan laba bersih sebesar 10,12 persen, dari Rp4,57 triliun pada 2018 menjadi Rp5,03 triliun pada tahun 2019. Laba per saham atau earning per share yang dibagikan perseroan adalah sebesar Rp432, naik dari sebelumnya Rp392.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood CBP Anthoni Salim mengatakan pihaknya turut senang perseroan dapat kembali mencatatkan pertumbuhan yang kuat di tahun 2019. Menurutnya, pertumbuhan perseroan didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia yang baik meskipun pertumbuhan ekonomi global melambat karena meningkatnya ketegangan perdagangan dunia dan ketidakpastian geopolitik.

"Agar tetap kompetitif di tahun-tahun mendatang, kami akan terus memperkuat brand equity dan mendorong inovasi produk, meningkatkan ketersediaan produk, penjualan ekspor dan penjualan food service serta diversifikasi sumber bahan baku, sambil terus mengedepankan berbagai inisiatif penghematan biaya," ujarnya dikutip dari siaran pers perseroan, Senin (23/3/2020).

Indofood CBP sendiri merupakan rumah dari beberapa produk konsumsi seperti mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman. Selain itu, perseroan juga menjalankan kegiatan usaha kemasan yang memproduksi baik kemasan fleksibel maupun karton, untuk mendukung kegiatan usaha intinya.

Melalui sekitar 40 merek produk terkemuka dan kegiatan operasional di lebih dari 50 pabrik di Indonesia, Indofood CBP menawarkan posisi pasar yang signifikan di Indonesia. Selain di Indonesia, produk-produk Indofood CBP juga hadir di lebih dari 60 negara di dunia.

Produsen mie instan Indomie itu juga berhasil menjaga komponen beban pokok penjualannya dengan kenaikan sebesar 6,67 persen, menjadi Rp27,89 triliun. Adapun, beban penjualan dan distribusinya juga naik 13,01 persen menjadi Rp5 triliun pada tahun lalu.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tingkat pertumbuhan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) dari sisi penjualan tercatat sebesar 5,91 persen. Dari komponen laba bersih tingkat pertumbuhan tahunnya menyentuh angka 9,9 persen.

Dengan pertumbuhan aset lancar sebesar 17,73 persen, dan aset tidak lancar sebesar 9,08 persen, total aset perseroan tumbuh tipis 1,17 persen menjadi Rp34,79 triliun pada tahun 2019.

Adapun, perseroan juga memiliki total liabilitas dan total ekuitas masing-masing senilai Rp12,04 triliun dan Rp26,67 triliun.

Perseroan yang juga memproduksi makanan ringan Chitato tersebut tercatat memiliki kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi senilai Rp7,40 triliun, dan Rp2,4 triliun kas yang digunakan untuk aktivitas investasi, beserta kas yang digunakan untuk pendanaan senilai Rp1,27 triliun.

Dengan demikian, kas setara kas akhir tahun perseroan tumbuh 77,32 persen, dari Rp4,7 triliun pada tahun pada akhir 2018 menjadi Rp8,34 triliun pada akhir 2019.

Total asetnya mencapai Rp38,71 triliun pada 2019, meningkat dibandingkan Rp34,37 triliun pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood Kinerja Emiten icbp
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top