Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semi Lockdown Jakarta, Layar Prima (BLTZ) Tutup Operasional 14 Bioskop

Layar Prima akan kehilangan potensi pendapatan dalam dua minggu ke depan namun dengan beban tetap sama.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  23:16 WIB
Ilustrasi salah satu bioskop CGV Blitz. - istimewa
Ilustrasi salah satu bioskop CGV Blitz. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) pemilik dan operator CGV Cinemas di Indonesia mengumumkan penghentian sementara operasional bioskop perusahaan di wilayah Bekasi dan Jakarta hingga dua pekan ke depan. 

Langkah ini untuk mematuhi instruksi dari pemerintah daerah setempat yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Bekasi Nomor 443/2137/PARBUD.PAR dan Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 60/SE/2020 tentang penutupan sementara kegiatan operasional di tempat wisata, hiburan dan balai pertemuan sebagai upaya kewaspadaan penularan infeksi COVID-19 atau virus corona.

Penutupan sementara ini juga untuk memastikan keamanan dan kesehatan warga setempat termasuk para staff CGV. Selanjutnya, pihak bioskop akan terus memonitor situasi terkini tentang perkembangan COVID-19 di Indonesia, sambil menunggu instruksi pemerintah terkait beroperasi kembalinya bioskop hingga situasi aman dan kondusif. 

Direktur CGV Cinemas, Dian Sunardi Munaf mengatakan penutupan sementara ini sejalan dengan upaya perseroan dalam mencegah dan mengendalikan resiko penularan virus COVID-19 dan melindungi keamanan kesehatan dan kenyamanan penonton.  

"Sejauh ini, bioskop CGV di Jakarta telah melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona, diantaranya meningkatkan standar kesehatan dan kebersihan bioskop termasuk mengedukasi para staff tentang pencegahan penyebaran Virus COVID-19," ujarnya dikutip dari siaran pers CGV Cinemas yang diterima Bisnis, Sabtu (21/3/2020).

Dikutip dari website resmi CGV Cinemas Indonesia, perseroan memiliki 11 cabang bioskop di Jakarta yakni Grand Indonesia, Pacific Place, Central Park, Slipi Jaya, Green Pramuka Mall, Bella Terra Lifestyle Center, Transmart Cempaka Putih, AEON Mall JGC, FX Sudirman, Sunter Mall dan Buaran Plaza.

Sementara, perseroan juga memiliki 3 cabang bioskop yang tersebar di kota Bekasi yakni Bekasi Cyber Park, Bekasi Trade Center dan Lagoon Avenue Bekasi.

Dihubungi terpisah, Public Relation Manager CGV Cinemas Hariman Chalid memastikan dampak dari penutupan 14 cabang bioskop di Jakarta dan Bekasi adalah berkurangannya pendapatan.

“Dampaknya berarti tidak ada revenue, sementara operational cost jalan terus. Tidak ada revenue ditambah cost operasional, sama dengan rugi,” tuturnya kepada Bisnis, Sabtu (21/3/2020).  

Meski tidak menyebutkan angka pasti kerugian perseroan, namun Hariaman menegaskan selain meningkatkan prosedur kebersihan dan kesehatan bioskop yang masih beroperasi, CGV Cinemas akan memantau situasi terkini terkait virus corona. 

“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak pengelola gedung dimana CGV berada, mematuhi dan mengikuti instruksi pemerintah setempat dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona,” imbuhnya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham BLTZ tidak bergerak di level Rp3.250 pada penutupan perdagangan, Jumat (20/3/2020). Dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp2,84 triliun, saham BLTZ terpantau sama sekali tidak ditransaksikan sejak satu bulan terakhir. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bioskop Virus Corona
Editor : Anggara Pernando
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top