Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dampak Corona dan Pemangkasan Bunga Fed Jadi Penekan IHSG

Pagi tadi, The Fed memangkas Fed Fund Rate sebesar 1 persen menjadi kisaran 0-0,25 persen, level terendah sejak Desember 2015. Selain itu, The Fed akan meningkatkan kepemilikan obligasi sebanyak US$700 miliar.
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham di lantai PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Dalam perdagangan saham sesi, Kamis (12/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan di Bursa Efek Indonesia pun mengalami suspensi. Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham di lantai PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Dalam perdagangan saham sesi, Kamis (12/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan di Bursa Efek Indonesia pun mengalami suspensi. Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—Pemangkasan suku bunga The Fed dan masih tingginya penyebaran kasus corona atau Covid-19 baik di global maupun domestik menjadi penekan Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Senin (16/3/2020).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan tindakan Bank Sentral AS yang kembali memangkas suku bunganya hingga ke level 0,25 persen untuk menjaga perekonomian negaranya tak ayal menimbulkan kecemasan di pasar saham karena dinilai tiba-tiba.

“Sehingga dirsespon dengan aksi jual,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (16/3/2020).

Pagi tadi, The Fed memangkas Fed Fund Rate sebesar 1 persen menjadi kisaran 0-0,25 persen, level terendah sejak Desember 2015. Selain itu, The Fed akan meningkatkan kepemilikan obligasi sebanyak US$700 miliar.

Selain itu, kata Dennies, kondisi perekonomian di dalam negeri juga tengah melambat dari terhambatnya berbagai aktivitas dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas, seperti berubahnya operasional perkantoran dan kegiatan belajar.

Dia memprediksi untuk jangka pendek tren bearish masih akan kuat dan volatilitas masih tinggi.

Berdasarkan data Bloomberg, pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (16/3/2020) IHSG parkir di level 4,735,60 dengan pelemahan 171,96 poin atau 3,50 persen dibandingkan dengan level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada akhir perdagangan Jumat (13/3/2020) IHSG mampu berbalik ke zona hijau setelah sempat mengalami trading halt pada menit ke 15 setelah pasar dibuka. IHSG ditutup pada level 4907,571 atau menguat 0,24 persen dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

Pelemahan indeks pada Senin ini dimulai sejak pembukaan. Terpantau pada pukul 09.02 indeks terkoreksi tajam 181,43 poin atau 3,70 persen ke level 4.726,13. Adapun sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 4.711,63 – 4.904,53.

Seluruh 9 sektor menetap di wilayah negatif pada akhir sesi I, dipimpin infrastruktur (-5,36 persen), agri (-4,33 persen), consumer (-4,15 persen) dan industri dasar (-3,61 persen).

Dari 684 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 73 saham menguat, 316 saham melemah, dan 297 saham stagnan.

Saham PT Media Citra Nusantara Tbk. (MNCN) dan PT Bank Maybank Indonesia (Persero) Tbk. (BNII) menjadi penekan utama dan ambruk di batas auto rejection bawah masing-masing tercatat turun 7 persen dan 6,99 persen.

Begitu pula dengan saham PT Telefast Indonesia Tbk. (TFAS) yang mencatatkan penurunan 6,96 persen, saham PT Majapahit Inti Corpora Tbk (AKSI) turun 6,96 persen, dan PT Lautan Luas Tbk (-6,93 persen).

Sebelumnya, The Federal Reserve atau The Fed kembali mengambil langkah untuk menyelamatkan ekonomi Amerika Serikat dari dampak merebaknya wabah corona atau Covid-19. Bank Sentral AS itu memangkas suku bunganya hingga level 0,25 persen.

Seperti dilansir dari Bloomberg, pada Minggu (15/3/2020) waktu setempat Chairman The Fed Jerome Powell melakukan konferensi pers singkat via daring dari mengatakan gangguan yang terjadi kemungkinan akan membuat pertumbuhan ekonomis AS melemah dan sulit diprediksi sampai kapan efeknya akan bertahan.

Sementara itu di Indonesia sendiri, per Minggu (15/3/2020) pukul 16.00, telah tercatat 117 orang yang terkonfirmasi positif corona dengan rincian 104 dalam perawatan, 8 orang dinyatakan sembuh, dan 5 meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper