Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rogoh Kocek Demi Buyback

Sedikitnya 8 emiten akan memulai aksi pembelian kembali saham pada hari ini, Senin (16/3/2020). Apakah aksi buyback bakal mampu mendongkrak harga saham emiten, sekaligus menjadi pendorong penguatan IHSG?
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  07:50 WIB
Pengunjung berada didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berada didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten siap melakukan pembelian kembali saham pada perdagangan hari ini, Senin (16/3/2020). Pekan lalu, sebanyak delapan emiten sudah mengumumkan pelaksanaan buyback mulai hari ini, menyusul tujuh emiten lain yang sudah memulai buyback pekan lalu.

Aksi pembelian kembali saham atau buyback oleh para emiten memunculkan sentimen positif sehingga turut mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona hijau pada penutupan perdagangan Jumat, (13/3/2020). 

Sempat dihentikan sementara pada pukul 09.15 WIB karena terkoreksi 5,01 persen, IHSG ditutup menguat tipis 0,24 persen di level 4.907.57. Pelonggaran ketentuan persyaratan buyback menjadi salah satu faktor penyelamat IHSG dari tren koreksi.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengapresiasi keputusan otoritas pasar modal untuk memperbolehkan emiten melakukan aksi pembelian kembali saham tanpa melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal tersebut dinilai sebagai putusan yang dapat menggenjot kinerja pasar ke arah yang lebih baik.

Menurut Hendriko, aksi buyback telah menciptakan permintaan baru di pasar saham yang selanjutnya memicu kenaikan IHSG. Untuk diketahui, penguatan IHSG terjadi satu jam menjelang penutupan perdagangan.

Salah satu emiten yang mengalami penguatan setelah mengumumkan aksi buyback adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pada Jumat (13/3/2020), harga saham BBRI sempat tersungkur ke zona merah pada sesi perdagangan, Jumat (13/3/2020). Namun, pergerakan memantul ke zona hijau dan mendarat dengan penguatan 110 poin atau 3,05 persen ke level Rp3.720.

BRI sejauh ini tercatat sebagai emiten dengan kesiapan dana buyback paling besar, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Barito Pacific Tbk.Adapun emiten lain menyiapkan di bawah Rp1 triliun.

PT Henan Putihrai Sekuritas merangkum, saat ini terdapat 36 emiten yang memiliki jumlah cash and cash equivalent atau kas dan setara kas dalam jumlah besar, mulai dari Rp5 triliun hingga Rp101 triliun. Jumlah tersebut dikutip dari laporan keuangan terakhir 36 emiten.

Laporan Team Analytics Henan Putihrai Sekuritas yang diterima Bisnis menunjukkan, sebagian besar emiten yang memiliki kocek tebal berasal dari kalangan perbankan, yaitu sebanyak 16 emiten. Emiten yang paling punya kas dan setara kas paling tebal adalah BRI sejumlah Rp101 triliun.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada aksi buyback oleh emiten berhasil memperbaiki persepsi pelaku pasar dan juga pandangan investor terhadap pasar saham Indonesia. Menurut Reza, investor berpandangan, manajemen perusahaan tercatat tidak berdiam diri dalam merespons penurunan harga saham.

Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa dampak positif dari kebijakan ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama. IHSG akan tetap berada dalam jalur rawan koreksi bila kondisi makro ekonomi domestik tidak menunjukkan tren perbaikan.

“Karena saat ini pasar juga masih dalam kondisi panik walaupun intensitasnya menurun. Kekhawatirannya adalah insentif ini hanya akan dimanfaatkan sebagai sarana untuk profit taking,” jelasnya kepada Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Buyback
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top