Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Astagfirullah, Indeks Saham Syariah Juga Terperosok

Indeks syariah mengalami nasib serupa dengan IHSG karena komposisi saham indeks syariah juga berasal dari indeks harga saham gabungan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  16:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja indeks syariah mulai goyah, senada dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penurunan kinerja tersebut dinilai wajar karena secara umum pasar saham mengalami koreksi.

Dalam tahun berjalan, tiga indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak mengalami penurunan di level dua digit. Jakarta Islamic Index sudah turun -14,97 persen, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) juga melemah -13.00 persen, dan Jakarta Islamic Index 70  terkulai -14,57 persen.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai penurunan indeks yang terjadi saat ini masih merupakan implikasi tren pelemahan yang terjadi di berbagai indeks dunia.

“Kalau kita lihat penurunannya tidak pilih kasih,” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (25/2/2020).

Meskipun demikian, Nico mengatakan penurunan ini masih dalam batas wajar, apalagi indeks volatilitas dunia juga sedang tinggi. Dia menambahkan, tidak ada saham khusus yang menjadi penekan indeks syariah karena komposisi indeks syariah juga berasal dari IHSG. Saat IHSG tertekan, indeks syariah ikut terseret.

Dia menuturkan, indeks syariah tidak bisa dibilang kebal terhadap tren koreksi. Pasalnya, berbagai indeks juga mengalami kejatuhan seperti IHSG, mulai dari LQ45, Bisnis 27, Kompas100, dan SRIKEHATI.

Senada, Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher juga menyebut tak ada alasan spesifik mengapa indeks syariah sepanjang tahun berjalan cenderung underperform terhadap IHSG. 

“Memang marketnya bearish. Kalau masalah indeks turun lebih dalam [dibandingkan IHSG] saya rasa memang komposisinya kurang baik,” katanya.

Dennies menilai sejauh ini sektor yang paling kuat adalah perbankan, terutama empat emiten perbankan terbesar. Namun, empat emiten tidak terdaftar ke dalam indeks syariah.

Di sisi lain, Nico memprediksi kinerja indeks syariah secara umum masih akan baik pada tahun 2020 ini. Dia melihat indeks syariah memiliki komposisi saham yang bukan berasal dari arus utama (anti mainstream). Untuk diketahui, komposisi saham syariah memang harus memenuhi parameter tertentu.

Dia mencontohkan kehadiran saham-saham seperti ASII, BTPN, CPIN, EXCL, dan INBP yang masuk dalam indeks syariah. Menurutnya saham-saham itu cukup menjanjikan untuk jadi pilihan jangka menengah dan panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks Syariah
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top