Mengekor Bursa Asia, Indeks Stoxx Europe 600 Ditutup Melemah Tipis

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx 600 ditutup melemah 0,02 persen atau 0,08 poin ke level 431,08, setelah dibuka terkoreksi 0,13 persen atau 0,56 poin di level 430,60 dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  05:08 WIB
Mengekor Bursa Asia, Indeks Stoxx Europe 600 Ditutup Melemah Tipis
Bursa Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa berakhir melemah tipis di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (13/2/2020), di tengah pelemahan bursa saham global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx 600 ditutup melemah 0,02 persen atau 0,08 poin ke level 431,08, setelah dibuka terkoreksi 0,13 persen atau 0,56 poin di level 430,60 dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (12/2/2020), Stoxx ditutup menguat 0,63 persen atau 2,68 poin di level 431,16, reli hari ketiga berturut-turut.

Saham Centrica Plc. membukukan penurunan terbesar dengan ditutup anjlok 15,29 persen, disusul saham Boliden AB yang merosot 8,14 persen.

Mayoritas bursa saham lainnya di Asia juga melemah. Indeks DAX ditutup melemah 0,03 persen, sedangkan indeks BOVESPA melemah 0,86 persen, dan indeks Stoxx Europe 600

Sentimen investor sebelumnya sempat membaik di tengah spekulasi bahwa dampak dari wabah virus corona (Covid-19) terhadap pertumbuhan global akan mereda.

Namun sentimen berubah setelah pemerintah kota Hubei, yang menjadi pusat penyebaran virus di China, melaporkan hampir 15.000 kasus baru setelah merevisi datanya untuk memasukkan kasus-kasus "yang didiagnosis secara klinis" dalam pengungkapan hariannya.

"Tepat ketika pasar merasa nyaman dengan gagasan bahwa peningkatan infeksi Covid-19 cenderung lebih rendah, lonjakan tiba-tiba dalam jumlah kasus baru di Hubei telah menyentak mereka keluar dari rasa puas diri ini," kata Khoon Goh, riset di Australia & New Zealand Banking Group Ltd, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top