Minyak Mentah Catat Penguatan Terbesar sejak Awal Januari

Harga minyak mentah membukukan penguatan terbesar dalam hampir enam pecan kterakhir karena tanda-tanda perlambatan penyebaran virus corona meningkatkan kepercayaan investor bahwa pasar minyak mentah akan pulih.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  07:18 WIB
Minyak Mentah Catat Penguatan Terbesar sejak Awal Januari
Pompa minyak terlihat saat matahari terbit di dekat Bakersfield, California, AS. - REUTERS /Lucy Nicholson

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah membukukan penguatan terbesar dalam hampir enam pecan kterakhir karena tanda-tanda perlambatan penyebaran virus corona meningkatkan kepercayaan investor bahwa pasar minyak mentah akan pulih.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup menguat 2,5 persen atau 1,23 poin ke level US$ 51,17 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak April ditutup naik 3,3 persen ke level US$55,79 per barel di ICE Futures Europe exchange di London, menempatkan premi di atas WTI sebesar US$4,38.

Dilansir Bloomberg, harga minyak mentah menguat menyusul data di China yang menunjukkan penurunan dugaan infeksi coronavirus (Covid-19). Sentimen positif sebagian besar tidak terpengaruh oleh laporan pemerintah yang menunjukkan stok minyak mentah AS membukukan kenaikan terbesar sejak November.

"Pasar mungkin telah mencapai puncak ketakutan terhadap virus corona. Investor yang bearish berpikir mereka ingin mulai bergerak," kata Daniel Ghali, analis komoditas di TD Securities, seperti dikutip Bloomberg.

Harga juga telah menarik beberapa dukungan dari sinyal bahwa OPEC dan mitra-mitranya dapat melakukan intervensi untuk menopang pasar. Koalisi ini memangkas estimasi pertumbuhan permintaan pada kuartal pertama sebesar 440.000 barel per hari, karena COvid-19 memukul konsumsi bahan bakar di China.

Dalam pertemuan dengan Menteri Energi Alexander Novak, produsen minyak utama Rusia menyuarakan dukungan untuk gagasan memperpanjang pengurangan produksi OPEC+ hingga kuartal kedua, tetapi tidak membuat keputusan akhir.

Arab Saudi telah menjadi pendukung terkuat untuk pemangkasan produksi tambahan sebesar 600.000 barel per hari. Namun, Rusia tetap tidak berkomitmen dan mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk mempelajari proposal tersebut.

Sementara itu, Energy Information Administration AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah nasional naik 7,46 juta barel pekan lalu, lebih dari dua kali lipat dari estimasi sebesar 3,2 juta barel oleh analis dalam survei Bloomberg. Laporan itu juga menunjukkan penurunan stok bensin sebanyak 95.000 barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top