Kurs Tengah BI Melemah 20 Poin, Lonjakan Kasus Covid-19 Bebani Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (13/2/2020) di level Rp13.679 per dolar AS, melemah 20 poin atau 0,14 persen dari posisi Rp13.659 pada Rabu (12/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  11:39 WIB
Kurs Tengah BI Melemah 20 Poin, Lonjakan Kasus Covid-19 Bebani Asia
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (13/2/2020) di level Rp13.679 per dolar AS, melemah 20 poin atau 0,14 persen dari posisi Rp13.659 pada Rabu (12/2/2020).

Kurs jual ditetapkan di Rp13.747 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.610 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp137.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.687 per dolar AS dengan pelemahan 13 poin atau 0,10 persen pada pukul 10.55 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (12/2/2020), rupiah hanya berakhir terapresiasi tipis 1 poin di level Rp13.674 per dolar AS, penguatan hari kedua berturut-turut.

Sebelum berbalik melemah di pasar spot, nilai tukar rupiah sempat memperpanjang penguatannya dengan dibuka terapresiasi tipis 0,01 persen atau 1 poin di level Rp13.673 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp13.687-Rp13.672 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia mayoritas terpantau ikut melemah tipis, dipimpin yuan onshore China sebesar 0,12 persen terhadap dolar AS pukul 11.03 WIB.

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Yuan Onshore China       

6,9801

-0,12

Ringgit Malaysia

4,1415

-0,11

Yuan Offshore China

6,9818

-0,11

Rupee India

71,4113

-0,1

Rupiah

13.687

-0,1

Won Korea Selatan

1.180,37

-0,08

Baht Thailand

31,129

-0,07

Dolar Singapura

1,3875

-0,07

Yen Jepang

109,88

+0,19

Peso Filipina

50,460

+0,15

Dolar Taiwan

29,988

+0,08

Dolar Hong Kong

7,7691

+0,02

Dilansir Bloomberg, mayoritas mata uang di Asia melemah saat pasar mencermati lonjakan kasus baru terinfeksi virus corona (coronavirus) Covid-19 di China, setelah tren baru-baru ini justru menunjukkan bahwa laju infeksi virus tersebut mulai stabil.

Pada Rabu (12/2/2020), provinsi Hubei, jantung wabah virus itu, menambahkan 14.840 kasus baru selama periode 24 jam. Lonjakan kasus ini terjadi setelah komisi kesehatan setempat merevisi metode untuk menghitung jumlah kasus terinfeksi.

“Pasar mengambil jeda untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan virus corona dan akan mencari tahu data tersebut dalam beberapa hari ke depan,” ujar Steve Brice, kepala strategi investasi di Standard Chartered Private Bank, kepada Bloomberg TV.

“Kekhawatirannya adalah jika data itu merupakan langkah mundur dalam hal reklasifikasi dan karena itu, tren jumlah kasus baru yang melambat masih ada, atau ini pertanda tren tersebut akan berbalik dan menjadi lebih mengkhawatirkan,” tambahnya.

Seiring dengan pergerakan mata uang Asia, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,038 poin atau 0,04 persen ke level 99,011 pada pukul 10.54 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (12/2), indeks dolar ditutup di posisi 99,049 dengan penguatan 0,33 persen atau 0,328 poin.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Posisi

13 Februari 2020

Rp13.679

12 Februari 2020

Rp13.659

11 Februari 2020

Rp13.686

10 Februari 2020

Rp13.708

7 Februari 2020

Rp13.647

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona, kurs tengah bi

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top